Loading
Kapalkapal yang melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata sementara selama
TEHERAN, ARAHKITA.COM – Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad, menyebut Selat Hormuz sebagai “bom atom” milik Iran dalam pernyataan yang memicu perhatian internasional.
Dalam laporan kantor berita Tasnim News Agency Jumat (1/5/2026), Nikzad menegaskan bahwa Selat Hormuz bukan sekadar jalur pelayaran internasional, melainkan bagian dari hak strategis Iran yang tidak dapat dipisahkan.
“Selat Hormuz bukanlah jalur maritim internasional; itu adalah hak alami Iran, ‘bom atomnya,’ dan kami teguh pada wilayah kami yang sah,” ujar Nikzad.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah rangkaian konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa bulan terakhir.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melakukan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran yang menyebabkan korban jiwa, termasuk warga sipil. Ketegangan kemudian berlanjut dengan respons militer dari Iran.
Pada 7 April, Washington dan Teheran sempat mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua pekan. Namun, upaya diplomasi lanjutan disebut tidak membuahkan hasil, meski Amerika Serikat memberikan waktu tambahan bagi Iran untuk mengajukan proposal penyelesaian konflik.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis global yang menghubungkan produksi minyak dan gas dari negara-negara Teluk Persia ke pasar internasional. Gangguan di wilayah ini kerap berdampak langsung pada harga energi dunia.
Ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut sebelumnya bahkan sempat mengganggu arus pelayaran, yang memicu kekhawatiran akan lonjakan harga bahan bakar secara global.