BRICS Tetap Diminati Dunia, Rusia Sebut Tekanan Barat Tak Surutkan Minat Negara-Negara Bergabung


 BRICS Tetap Diminati Dunia, Rusia Sebut Tekanan Barat Tak Surutkan Minat Negara-Negara Bergabung Arsip - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym/aa)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kelompok ekonomi dunia BRICS kembali menjadi sorotan internasional. Di tengah tekanan dan kritik dari negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, minat sejumlah negara untuk bergabung ke dalam blok tersebut disebut masih tetap tinggi.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, saat menghadiri pertemuan tingkat menteri BRICS di India, Jumat (15/5/2026).

Lavrov menegaskan bahwa tekanan politik dari Barat tidak membuat negara-negara lain menjauh dari BRICS. Sebaliknya, sejumlah negara justru terus menunjukkan ketertarikan untuk menjadi bagian dari kelompok tersebut, baik sebagai anggota penuh maupun negara mitra.

“Saya tidak melihat adanya penurunan minat terhadap BRICS menyusul tekanan dari negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat,” ujar Lavrov.

Menurut dia, beberapa pihak di Barat bahkan mulai memandang BRICS sebagai salah satu kekuatan yang dianggap menantang dominasi global yang selama ini berjalan.

Meski demikian, Lavrov tidak menyebutkan negara mana saja yang saat ini sedang menjajaki peluang untuk bergabung ke dalam BRICS.

BRICS sendiri merupakan kelompok negara berkembang yang awalnya beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok ini terus memperluas pengaruhnya dengan membuka pintu bagi negara-negara baru.

Lavrov juga menyinggung peran BRICS dalam forum ekonomi global seperti G20. Ia mengatakan negara-negara anggota BRICS berupaya menjaga agar agenda G20 tidak dipolitisasi oleh kepentingan tertentu.

Menurut Rusia, BRICS saat ini bukan hanya forum ekonomi, tetapi juga mulai dipandang sebagai wadah kerja sama alternatif bagi negara-negara yang ingin memperkuat posisi di tengah perubahan geopolitik dunia.

Meningkatnya minat terhadap BRICS menunjukkan bahwa banyak negara berkembang kini mencari ruang kerja sama baru yang dianggap lebih seimbang dan tidak terlalu didominasi kekuatan Barat.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru