Minggu, 16 Agustus 2026

Italia Prediksi Harga Energi Dunia Turun Setelah Perdamaian AS-Iran


 Italia Prediksi Harga Energi Dunia Turun Setelah Perdamaian AS-Iran Ilustrasi - bendera Italia (Anadolu)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Pemerintah Italia memperkirakan harga energi dunia berpotensi turun dalam waktu relatif cepat apabila Amerika Serikat dan Iran berhasil mencapai kesepakatan damai.

Menteri Lingkungan Hidup dan Keamanan Energi Italia, Gilberto Pichetto Fratin, mengatakan ketegangan geopolitik selama ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak dan gas di pasar global.

Dalam wawancaranya dengan harian Italia Corriere della Sera pada Senin (25/5/2026), Fratin menilai situasi pasar energi bisa segera membaik jika proses negosiasi berjalan lancar.

“Jika semuanya berjalan baik, dampak positifnya akan cepat terasa. Faktor spekulasi komersial yang selama ini memengaruhi harga akan berkurang. Ketika pasokan meningkat, harga juga akan ikut turun,” ujarnya.

Menurut Fratin, harapan terbesar saat ini adalah tercapainya gencatan senjata sekaligus perjanjian damai yang mampu meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa proses pemulihan pasar energi global tidak akan berlangsung instan. Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah kebijakan tarif kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dan gas dunia.

Selat Hormuz selama ini menjadi titik vital pengiriman minyak mentah dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia menuju pasar internasional. Ketegangan yang terjadi di kawasan tersebut sempat memicu gangguan distribusi energi dan meningkatkan kekhawatiran pasar global.

“Kami belum mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan situasi sepenuhnya. Bisa saja memerlukan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, untuk kembali normal,” kata Fratin dikutip Antara.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyebut peluang tercapainya kesepakatan sementara terkait isu nuklir Iran cukup besar.

Meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat sebelumnya memicu blokade de facto di Selat Hormuz. Kondisi tersebut berdampak langsung pada distribusi minyak global, menekan produksi dan ekspor energi, sekaligus mendorong kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Pengamat menilai, jika jalur distribusi energi kembali stabil dan pasokan minyak meningkat, harga energi dunia berpotensi mengalami penurunan secara bertahap dalam beberapa waktu ke depan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru