Iran dan AS Masih Bertukar Pesan, Kesepakatan Damai Belum Capai Titik Akhir


 Iran dan AS Masih Bertukar Pesan, Kesepakatan Damai Belum Capai Titik Akhir Ilustrasi Bendera Amerika Serikat dan Bendera Iran ANTARAAnadolu Agencypri

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Iran menyatakan komunikasi dengan Amerika Serikat masih berlangsung terkait peluang tercapainya kesepakatan untuk meredakan ketegangan antara kedua negara. Hingga kini, Teheran menegaskan belum ada hasil final yang dapat dijadikan dasar untuk mengambil kesimpulan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan proses pertukaran pesan dan pembahasan dengan Washington masih berjalan di berbagai jalur diplomatik.

“Pembahasan dan pertukaran pesan masih terus berlangsung. Sampai hasil yang jelas tercapai, tidak mungkin membuat penilaian apa pun. Semua yang sedang dikatakan saat ini hanyalah spekulasi dan tidak seharusnya dianggap serius,” kata Araghchi melalui kanal Telegram resminya, Minggu (31/5/2026).

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap perkembangan hubungan antara Iran dan Amerika Serikat setelah serangkaian konflik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dikabarkan telah menerima pengarahan intelijen khusus mengenai situasi Iran dan menyatakan akan mengambil keputusan akhir terkait langkah Washington ke depan. Namun, sejumlah media Amerika melaporkan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan final yang berhasil dicapai.

Laporan terbaru dari The New York Times menyebutkan bahwa pemerintahan Trump mengajukan persyaratan yang lebih ketat dalam upaya mencapai kesepakatan baru dengan Teheran. Proposal tersebut disebut telah disampaikan kepada pihak Iran untuk dipertimbangkan.

Hubungan kedua negara kembali memanas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah Iran pada Februari lalu. Konflik tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban sipil.

Situasi kemudian mereda setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan pada awal April. Namun, upaya diplomasi lanjutan yang digelar di Islamabad dilaporkan tidak menghasilkan kemajuan signifikan.

Kebuntuan dalam proses negosiasi itu kemudian diikuti langkah Amerika Serikat yang menerapkan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran. Langkah tersebut semakin menambah kompleksitas hubungan kedua negara yang selama ini telah diwarnai ketegangan politik dan keamanan.

Meski demikian, Washington kemudian memperpanjang masa penghentian permusuhan guna memberikan kesempatan kepada Teheran untuk menyusun proposal perdamaian yang dapat menjadi dasar pembicaraan berikutnya.

Hingga saat ini, proses komunikasi diplomatik antara kedua negara masih terus berlangsung. Pemerintah Iran menegaskan bahwa publik sebaiknya tidak terburu-buru mempercayai berbagai spekulasi yang beredar sebelum adanya hasil resmi dari perundingan yang sedang berjalan.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru