Loading
Serangan Besar Rusia Guncang Ukraina, Sedikitnya 9 Tewas dan Puluhan Warga Terluka. (Ilustrasi AI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah wilayah Ukraina pada Selasa dini hari. Serangan yang melibatkan rudal dan pesawat nirawak (drone) itu menewaskan sedikitnya sembilan orang serta menyebabkan puluhan warga lainnya mengalami luka-luka.
Kota Dnipro menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Sedikitnya lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 25 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap.
Di ibu kota Kyiv, situasi tidak kalah mencekam. Empat orang dilaporkan tewas dan sedikitnya 51 warga mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 35 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan dua gedung apartemen bertingkat menjadi sasaran serangan. Tim penyelamat masih terus bekerja karena dikhawatirkan ada warga yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Serangan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Moskow memperingatkan akan melakukan serangan balasan secara sistematis terhadap Ukraina. Peringatan itu muncul setelah serangan drone yang menghantam sebuah asrama di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia dan menewaskan 21 orang.
Pemerintah kota Kyiv langsung mengeluarkan peringatan kepada warga untuk tetap berada di tempat perlindungan. Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, menyebut serangan kali ini melibatkan rudal balistik yang memiliki daya rusak tinggi.
Tak lama kemudian, peringatan serangan udara diberlakukan di sebagian besar wilayah Ukraina. Asap tebal terlihat membubung di sejumlah titik di Kyiv, menandakan dampak serangan yang cukup luas.
Menurut laporan yang dikutip dari BBC, warga Kyiv mendengar dengungan drone di udara yang disusul lebih dari belasan ledakan keras sepanjang malam hingga dini hari. Serangan tersebut memicu kebakaran di beberapa lokasi, termasuk area dekat stasiun pengisian bahan bakar, lokasi konstruksi, blok apartemen, dan rumah-rumah warga.
Selain menimbulkan kerusakan fisik, serangan juga menyebabkan gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah ibu kota.
Di wilayah lain, sebuah fasilitas industri di Zaporizhzhia dilaporkan turut menjadi sasaran. Sementara itu, di Rusia, pusat tanggap darurat Krasnodar Krai melaporkan kebakaran di Kilang Minyak Ilsky setelah adanya serangan drone. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan terjadinya serangan besar Rusia. Dalam pidato videonya pada Senin malam, ia meminta masyarakat untuk lebih memperhatikan setiap peringatan serangan udara yang dikeluarkan otoritas.
“Informasi intelijen menunjukkan ancaman serangan Rusia masih ada. Mereka telah mempersiapkan operasi besar,” ujar Zelensky.
Ketegangan antara kedua negara memang kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Rusia sebelumnya menyatakan akan menargetkan pusat-pusat militer dan pengambilan keputusan di Kyiv sebagai respons atas serangan Ukraina di wilayah yang dikuasai Rusia.
Di sisi lain, Ukraina menegaskan bahwa target operasi mereka adalah fasilitas dan unit militer Rusia. Kyiv juga menyebut ancaman Moskow sebagai bentuk tekanan politik dan mendesak negara-negara sekutu untuk meningkatkan dukungan terhadap Ukraina.
Sejak berakhirnya gencatan senjata singkat pada Mei lalu, Rusia tercatat beberapa kali melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah Ukraina. Salah satu serangan sebelumnya bahkan menghantam sebuah blok apartemen dan menewaskan 24 orang, termasuk tiga anak-anak.
Sementara itu, serangan drone Ukraina yang menghantam wilayah Moskow beberapa waktu lalu juga menyebabkan tiga korban jiwa. Presiden Zelensky menyebut operasi tersebut sebagai respons yang dianggap “sepenuhnya dapat dibenarkan” terhadap serangan-serangan Rusia sebelumnya.
Hingga kini, situasi keamanan di Ukraina masih sangat dinamis. Warga di berbagai kota terus bersiaga menghadapi kemungkinan gelombang serangan berikutnya di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.