Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, berbicara pada konferensi pers mingguan di Teheran, Iran, 13 Juli 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati
TEHERAN, ARAHKITA.COM – Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, Iran mengisyaratkan masih membuka ruang bagi jalur damai. Pemerintah Iran menyatakan telah menerima usulan dari para mediator, sekaligus menegaskan bahwa upaya diplomasi tetap berjalan meski konflik militer belum mereda. Pernyataan ini memunculkan harapan bahwa peluang perundingan masih terbuka di tengah eskalasi yang terus berlangsung.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Senin (20/7/2026).
Saat ditanya mengenai laporan adanya usulan baru dari Qatar untuk menghidupkan kembali perundingan Iran-Amerika Serikat sekaligus mendorong gencatan senjata selama 10 hari, Baghaei tidak memberikan konfirmasi secara rinci. Namun, ia menegaskan bahwa Iran telah menerima usulan dari para mediator.
Menurut Baghaei, aktivitas diplomatik Iran tetap berjalan beriringan dengan respons militer yang dilakukan menyusul serangan Amerika Serikat. Ia juga mengecam serangan terbaru AS yang disebut menyasar infrastruktur sipil, termasuk jembatan dan pusat layanan kesehatan.
Baghaei menilai serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak masyarakat untuk hidup, memperoleh keamanan, dan menjaga martabat kemanusiaan.
Soroti Komitmen dalam Kesepakatan Perdamaian
Dalam kesempatan yang sama, Baghaei menyinggung nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatangani Teheran dan Washington pada 18 Juni lalu.
Ia menegaskan isi kesepakatan tersebut sudah jelas sehingga, menurutnya, tidak ada alasan bagi Amerika Serikat untuk mengingkari komitmen yang telah disepakati.
Iran, kata Baghaei, selama ini berpegang pada prinsip bahwa setiap komitmen akan dibalas dengan komitmen yang sama. Namun, menurutnya, pelanggaran yang berulang kali dilakukan Washington membuat Teheran akhirnya menghentikan pelaksanaan sebagian kewajibannya dalam kesepakatan tersebut dilansir Antara.
Iran Tegaskan Kedaulatan di Selat Hormuz
Selain isu diplomasi, Iran juga kembali menegaskan posisinya terkait Selat Hormuz. Baghaei mengatakan negaranya akan terus menjalankan kedaulatan atas jalur pelayaran strategis tersebut serta mencegah segala bentuk penyalahgunaan yang dinilai merugikan kepentingan nasional Iran.
Dalam sepekan terakhir, Amerika Serikat melancarkan beberapa gelombang serangan ke sejumlah provinsi di Iran bagian selatan. Washington menyatakan operasi itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran yang dianggap dapat mengancam jalur pelayaran komersial internasional.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone yang menyasar sejumlah pangkalan serta fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, dan Yordania. Rangkaian aksi saling serang tersebut semakin memperlihatkan tingginya tensi hubungan kedua negara, meski jalur diplomasi disebut masih terus diupayakan.