Sejumlah pengungsi terlihat di tempat penampungan sementara di Distrik Pinggu di Beijing, China, pada 11 Juli 2026. ANTARA/Xinhua/Xie Han
BEIJING, ARAHKITA.COM – Ancaman hujan ekstrem membuat Pemerintah Beijing menetapkan status tanggap darurat banjir Level I atau tingkat tertinggi di sembilan distrik pada Sabtu (11/7/2026). Keputusan itu diambil setelah otoritas meteorologi mengeluarkan peringatan merah menyusul potensi curah hujan sangat tinggi yang diperkirakan berlangsung hingga Minggu pagi.
Pemerintah bergerak cepat untuk mengurangi risiko korban. Hingga Sabtu sore, lebih dari 104 ribu warga telah dievakuasi dari wilayah-wilayah yang dinilai paling rawan terdampak banjir.
Berdasarkan informasi Observatorium Meteorologi Beijing, hujan lebat diperkirakan mengguyur distrik Fangshan, Pinggu, Miyun, Huairou, Mentougou, Fengtai, Daxing, Tongzhou, dan Shunyi mulai Sabtu pukul 19.00 hingga Minggu pukul 08.00 waktu setempat.
Di sejumlah wilayah, curah hujan diprediksi melampaui 150 milimeter dalam enam jam, bahkan berpotensi mencapai lebih dari 200 milimeter dalam 24 jam.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko banjir di sungai-sungai kecil dan menengah, banjir bandang, longsor di kawasan pegunungan, hingga genangan di wilayah dataran rendah.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kota menutup sementara 73 fasilitas perawatan lanjut usia. Sebanyak 1.902 lansia yang berada di dalamnya telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dilansir Antara.
Pembatasan juga diberlakukan di berbagai sektor. Sebanyak 188 objek wisata dan 167 lokasi perkemahan ditutup sementara. Selain itu, operasional 4.376 homestay pedesaan dihentikan, sementara aktivitas konstruksi di 3.318 proyek juga ditangguhkan demi keselamatan.
Untuk menghadapi kemungkinan situasi darurat, sebanyak 27.418 personel penyelamat telah disiagakan di berbagai titik di Beijing.
China menerapkan sistem tanggap darurat bencana dengan empat tingkatan. Level I merupakan status tertinggi yang diberlakukan ketika ancaman bencana dinilai sangat serius dan membutuhkan respons maksimal dari seluruh instansi terkait.