Kamis, 15 Oktober 2026

Scaloni Tegaskan Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026 Hanya Soal Sepak Bola


 Scaloni Tegaskan Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026 Hanya Soal Sepak Bola Arsip foto - Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers jelang pertandingan persahabatan melawan Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (18/6/2023). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU/pri.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Semifinal Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan salah satu duel paling bersejarah di sepak bola dunia. Argentina akan berhadapan dengan Inggris dalam laga yang selalu dipenuhi cerita panjang, baik di dalam maupun di luar lapangan. Namun, bagi pelatih Lionel Scaloni, semua narasi itu tidak boleh mengganggu fokus timnya. Baginya, pertandingan ini tetaplah tentang sepak bola dan perebutan tiket menuju final.

Scaloni menegaskan dirinya tidak ingin larut dalam rivalitas maupun isu politik yang selama ini melekat pada pertemuan kedua negara. Fokus utama Argentina, kata dia, adalah menghadapi salah satu tim terbaik di dunia dengan persiapan maksimal.

"Ini pertandingan sepak bola. Kita akan memainkan pertandingan sepak bola melawan tim nasional hebat yang memiliki pelatih hebat yang sangat saya hargai dan kagumi," kata Scaloni seperti dikutip The Guardian, Senin (13/7/2026).

Argentina dijadwalkan menghadapi Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB.

Albiceleste melangkah ke empat besar setelah menundukkan Swiss 3-1 melalui babak perpanjangan waktu. Sementara itu, Inggris memastikan tiket semifinal usai mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1.

Rivalitas Panjang yang Selalu Menarik Perhatian

Pertemuan Argentina dan Inggris hampir selalu menjadi sorotan karena sejarah panjang yang mengiringinya.

Inggris pernah menyingkirkan Argentina pada perempat final Piala Dunia 1966. Dua dekade kemudian, Argentina membalas pada perempat final Piala Dunia 1986 lewat laga legendaris yang dikenang melalui gol "Tangan Tuhan" dan aksi gemilang Diego Maradona.

Rivalitas berlanjut di babak 16 besar Piala Dunia 1998, ketika Argentina menang melalui adu penalti. Inggris kemudian membalas pada fase grup Piala Dunia 2002 dengan kemenangan 1-0 berkat gol David Beckham, hasil yang membuat langkah Argentina terhenti.

Di luar lapangan, hubungan kedua negara juga kerap dikaitkan dengan konflik Kepulauan Falkland atau Malvinas pada 1982. Isu tersebut kembali mencuat selama Piala Dunia 2026 setelah sejumlah suporter dan pemain Argentina menyanyikan lagu yang menyinggung Malvinas, Diego Maradona, dan Lionel Messi.

Argentina Pilih Tetap Profesional

Penyerang Argentina Jose Manuel Lopez tidak menampik bahwa duel melawan Inggris memiliki makna historis yang besar. Namun, ia memastikan seluruh pemain akan mengesampingkan berbagai sentimen di luar sepak bola.

"Jelas, di luar empat garis lapangan, ini adalah pertandingan yang memiliki banyak sejarah, banyak rasa sakit, dan banyak hal di baliknya," ujar Lopez.

"Namun, kami profesional. Kami akan memainkannya seperti yang kami mainkan di setiap pertandingan, hingga detik terakhir, seperti yang kami tunjukkan malam ini, memberikan segalanya," lanjutnya dikutip Antara.

Sebagai juara bertahan, Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan beban sekaligus ambisi besar untuk mempertahankan gelar. Perjalanan mereka menuju semifinal juga tidak mudah karena diwarnai sejumlah pertandingan penuh kontroversi, mulai dari fase grup hingga babak 16 besar melawan Mesir dan perempat final menghadapi Swiss.

Kini, Albiceleste hanya berjarak satu kemenangan lagi untuk kembali menembus partai final. Sementara Inggris bertekad mengakhiri penantian panjang mereka meraih gelar juara dunia. Duel dua raksasa sepak bola ini pun dipastikan menjadi salah satu laga paling dinanti di Piala Dunia 2026.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru