Iran menutup Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan setelah insiden kapal di perairan strategis tersebut. (Net)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Iran kembali menjadi sorotan dunia setelah mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan tersebut diambil menyusul insiden penghentian sebuah kapal yang disebut mengabaikan instruksi pelayaran dari otoritas Iran.
Langkah ini langsung memicu kekhawatiran karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Situasi ini juga memperlihatkan kembali meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan penutupan Selat Hormuz dilakukan demi menjaga keamanan kawasan setelah sejumlah kapal disebut tetap mencoba melintasi jalur yang tidak diizinkan.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita resmi IRNA pada Minggu, IRGC menyebut kapal-kapal tersebut telah beberapa kali diperingatkan untuk mengubah haluan dan menggunakan rute yang telah ditetapkan.
Menurut IRGC, salah satu kapal bahkan mematikan sistem operasinya sehingga dinilai membahayakan keselamatan pelayaran. Kapal tersebut akhirnya dihentikan setelah terkena tembakan peringatan.
IRGC menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. Penutupan juga dikaitkan dengan tuntutan agar intervensi Amerika Serikat di kawasan dihentikan.
"Tidak ada kapal yang akan diizinkan melintas," demikian pernyataan IRGC dilansir Antara.
Selain menutup jalur pelayaran strategis itu, IRGC juga memperingatkan akan memberikan respons yang lebih keras apabila terjadi serangan baru terhadap Iran. Respons tersebut disebut dapat mencakup serangan terhadap pangkalan-pangkalan yang dianggap sebagai milik "musuh" di kawasan.
Iran juga menyalahkan apa yang disebut sebagai campur tangan asing yang melanggar hukum atas insiden tersebut. Teheran menuding Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS bertanggung jawab apabila eskalasi konflik terus meningkat.
Kesepakatan Damai Kembali Gagal Meredakan Ketegangan
Padahal pada Juni lalu, Iran dan Amerika Serikat sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang pecah pada akhir Februari.
Kesepakatan tersebut mencakup penghentian pertempuran di seluruh front, pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran internasional.
Namun, situasi kembali berubah dalam beberapa hari terakhir. Kedua negara kembali saling melancarkan serangan yang dipicu sengketa lalu lintas kapal niaga di Selat Hormuz.
Amerika Serikat dilaporkan menyerang sejumlah sasaran di wilayah Iran. Sebagai balasan, Teheran menyerang berbagai aset milik Amerika Serikat di kawasan, sehingga memperbesar kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan regional dan kelancaran perdagangan internasional melalui Selat Hormuz.