Gempa M7,1 Guncang Kumamoto, Sebagian Mall Aeon Ambruk, Puluhan Orang Dilaporkan Terjebak


 Gempa M7,1 Guncang Kumamoto, Sebagian Mall Aeon Ambruk, Puluhan Orang Dilaporkan Terjebak Gempa M7,1 Guncang Kumamoto, Sebagian Mall Aeon Ambruk, Puluhan Orang Dilaporkan Terjebak. (Ilustrasi AI)

TOKYO, ARAHKITA.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa, memicu runtuhnya sebagian bangunan pusat perbelanjaan Aeon Mall. Akibat insiden tersebut, puluhan orang dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan, sementara tim penyelamat terus melakukan evakuasi.

Menurut laporan media Jepang, dinas pemadam kebakaran menerima sejumlah panggilan darurat sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Warga melaporkan terdengar suara ledakan dari area pusat perbelanjaan, disusul munculnya kepulan asap putih dari dalam gedung.

Rekaman udara yang disiarkan media nasional NHK memperlihatkan kerusakan cukup parah pada bangunan. Sebagian dinding luar mall runtuh hingga hanya menyisakan rangka baja, sementara atap gedung terlihat ambruk di beberapa titik dengan lubang besar menganga.

Laporan awal menyebut lantai dua pusat perbelanjaan tersebut mengalami keruntuhan sehingga menyebabkan sejumlah pengunjung terjebak di bawah material bangunan. Di sisi lain, sekitar 200 orang berhasil dievakuasi dan menyelamatkan diri ke area parkir yang berada di luar gedung.

Sejumlah korban dilaporkan mengalami luka-luka, meski hingga kini otoritas Jepang masih terus melakukan pendataan mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

"Kami masih mengonfirmasi situasi yang terjadi serta tingkat kerusakan akibat gempa ini," ujar Ketua Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihaka, sebagaimana dikutip NHK.

Gempa utama bermagnitudo 7,1 tersebut kemudian disusul gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,1 kurang dari satu jam kemudian, sehingga meningkatkan risiko kerusakan bangunan di wilayah terdampak.

Pemerintah Jepang bergerak cepat dengan membentuk satuan tugas darurat di bawah Pusat Penanganan Krisis Perdana Menteri untuk mengoordinasikan proses penyelamatan dan penanganan bencana dilansir Antara.

Selain keruntuhan bangunan, media setempat juga melaporkan terjadinya kebakaran serta kerusakan pada sejumlah jalan dan rumah warga. Meski demikian, otoritas memastikan tidak ditemukan gangguan pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang berada di kawasan terdampak.

Berdasarkan laporan sementara, lebih dari 50 orang mengalami luka-luka akibat gempa besar yang mengguncang wilayah barat daya Jepang tersebut. Proses pencarian korban yang diduga masih berada di bawah reruntuhan pusat perbelanjaan terus dilakukan oleh tim penyelamat.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru