Ilustrasi bangunan runtuh akibat gempa kuat di Kolombia, Senin (10/8). /ANTARA/Anadolu/py.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026). Bencana tersebut menimbulkan kerusakan besar dan memicu operasi pencarian serta penyelamatan di sejumlah wilayah.
Hingga Selasa (11/8/2026), sedikitnya 181 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 1.310 lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban masih berpotensi berubah seiring proses evakuasi dan pendataan terus dilakukan oleh otoritas setempat.
Gempa kuat tersebut menyebabkan bangunan runtuh, rumah mengalami kerusakan, serta mengganggu sejumlah fasilitas publik dan transportasi.
Cali dan Pereira Paling Terdampak
Kota Cali dan Pereira termasuk wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.
Baca juga:
Gempa M7,1 Guncang Kumamoto, Sebagian Mall Aeon Ambruk, Puluhan Orang Dilaporkan TerjebakDi Cali, sedikitnya 56 bangunan dilaporkan runtuh, sedangkan di Pereira terdapat 66 bangunan yang mengalami keruntuhan.
Cali juga menjadi kota dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 95 orang, disusul Pereira dengan 72 korban jiwa. Di Cali, sebanyak 885 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Sejumlah wilayah lain seperti Quibdó, Manizales, Pereira, Armenia, dan Cali juga berada dalam status siaga merah akibat dampak gempa.
Situasi darurat membuat pemerintah dan tim penyelamat terus melakukan pemeriksaan bangunan serta pencarian korban yang kemungkinan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Sejumlah Bandara Ditutup
Dampak gempa juga terasa pada sektor transportasi udara. Aktivitas penerbangan di sejumlah bandara, termasuk Pereira, Manizales, Quibdó, Armenia, Cartago, dan Buenaventura, dihentikan sementara.
Penghentian penerbangan dilakukan sebagai bagian dari langkah keselamatan dan pemeriksaan terhadap kondisi fasilitas bandara setelah gempa.
Gangguan transportasi menjadi salah satu tantangan dalam penanganan bencana, terutama untuk mempercepat mobilisasi personel, peralatan penyelamatan, dan bantuan menuju wilayah terdampak.
Ribuan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella sebelumnya menyampaikan bahwa gempa telah menyebabkan kerusakan pada sekitar 1.575 rumah.
Dari jumlah tersebut, 37 rumah dilaporkan hancur total. Selain rumah warga, dampak gempa juga dirasakan pada berbagai fasilitas publik.
Sedikitnya 61 bangunan runtuh, sementara 18 pusat kesehatan, 52 pusat pendidikan, dan 17 pusat komunitas mengalami kerusakan.
Sebanyak 18 ruas jalan juga terdampak sehingga berpotensi menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan ke wilayah yang membutuhkan.
Pemerintah Kolombia kemudian menetapkan status bencana nasional. Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat mobilisasi sumber daya dan mempercepat koordinasi antarlembaga dalam menangani keadaan darurat dilansir Antara.
Gempa Terjadi pada Pagi Hari
Berdasarkan data United States Geological Survey (USGS), gempa terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat atau sekitar 19.34 WIB.
Pusat gempa berada sekitar 5 kilometer di sebelah timur San José del Palmar, wilayah administratif Chocó. USGS mencatat gempa tersebut berada pada kedalaman sekitar 107 kilometer.
Guncangan kuat terasa di sejumlah wilayah Kolombia dan memicu kepanikan masyarakat.
Tidak lama setelah gempa utama, gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi pada pukul 08.18 waktu setempat atau sekitar pukul 20.18 WIB.
Pusat gempa susulan berada sekitar 16 kilometer di sebelah barat San José del Palmar.
San José del Palmar merupakan wilayah yang berada di departemen Chocó dengan populasi sekitar 4.800 jiwa. Kota tersebut berada pada ketinggian sekitar 1.288 meter di atas permukaan laut.
Tim Penyelamat Terus Dikerahkan
Dengan banyaknya bangunan yang rusak dan runtuh, operasi pencarian serta penyelamatan menjadi prioritas pemerintah Kolombia.
Petugas darurat bersama tim penyelamat terus melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang terdampak untuk memastikan tidak ada warga yang masih terjebak.
Besarnya kerusakan juga membuat proses pendataan korban dan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap. Wilayah yang berada dekat pusat gempa, terutama daerah dengan akses terbatas, menjadi perhatian utama pemerintah.
Gempa tersebut menjadi ujian besar bagi pemerintahan Presiden Abelardo de la Espriella yang baru dilantik pada 7 Agustus 2026. Laporan mengenai bencana ini juga menunjukkan bahwa kerusakan tersebar di sejumlah kota di wilayah barat Kolombia.
Pemerintah terus mengoordinasikan upaya penyelamatan, penanganan korban luka, pendataan kerusakan, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
Sementara itu, proses pencarian korban dan evaluasi kerusakan masih berlangsung. Karena situasi di lapangan terus berkembang, jumlah korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur dapat kembali berubah seiring pembaruan data dari otoritas Kolombia.