Sebuah truk yang rusak di dekat AEON Mall Kumamoto di Kota Kashima, menyusul gempa bumi bermagnitudo 7,1 yang mengguncang wilayah Prefektur Kumamoto, Jepang, Rabu (29/7/2026). ANTARA/Xinhua/Jia Haocheng/aa.
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, memicu gangguan besar terhadap aktivitas industri. Sejumlah perusahaan teknologi, otomotif, hingga manufaktur menghentikan operasional pabrik sebagai langkah antisipasi demi keselamatan pekerja dan pemeriksaan fasilitas.
Penghentian produksi ini memunculkan kekhawatiran baru terhadap rantai pasok global, terutama pada industri semikonduktor yang selama ini menjadi salah satu sektor strategis Jepang.
Salah satu perusahaan yang terdampak adalah Sony Semiconductor Manufacturing Corp., anak usaha Sony Group Corp., yang menghentikan operasional pabriknya di Kikuyo sesaat setelah gempa terjadi pada Selasa (28/7/2026).
Baca juga:
Gempa M7,1 Guncang Kumamoto, Sebagian Mall Aeon Ambruk, Puluhan Orang Dilaporkan TerjebakHingga kini, perusahaan belum mengumumkan kapan aktivitas produksi akan kembali berjalan karena masih melakukan inspeksi menyeluruh terhadap fasilitas pabrik.
Selain Sony, dua produsen chip terbesar Jepang, Renesas Electronics Corp. dan Tokyo Electron Ltd., juga menghentikan operasional masing-masing dua fasilitas produksi mereka di Kumamoto.
Baca juga:
Gempa M7,1 Guncang Kumamoto, Sebagian Mall Aeon Ambruk, Puluhan Orang Dilaporkan TerjebakMitsubishi Electric Corp. turut mengambil langkah serupa dengan menghentikan sementara produksi di pabrik yang berlokasi di Kota Koshi dan Kikuchi.
Sektor otomotif pun tak luput dari dampak gempa.
Toyota Motor Kyushu Inc. sempat membuka kembali tiga pabriknya di Prefektur Fukuoka setelah menyelesaikan pemeriksaan keselamatan. Namun, perusahaan akhirnya memutuskan menghentikan kembali aktivitas produksi mulai Rabu malam hingga Jumat malam.
Toyota menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena terganggunya jalur logistik serta kondisi para pemasok yang belum sepenuhnya pulih akibat gempa.
Honda Motor Co. juga menghentikan produksi di pabrik sepeda motor dan mesin di Kota Ozu hingga Jumat.
Sementara itu, Nissan Motor Co. mengumumkan penghentian sebagian operasional di dua pabriknya di Prefektur Fukuoka mulai Kamis sore menyusul keterlambatan pasokan komponen.
Gangguan tidak hanya terjadi pada sektor teknologi dan otomotif.
Produsen minuman Suntory Holdings Ltd. menghentikan sementara aktivitas di pabrik birnya di Kashima. Mitsubishi Chemical Corp. juga menutup sementara fasilitas produksinya di Uto.
Di sektor kertas, Nippon Paper Industries Co. masih melakukan penilaian terhadap tingkat kerusakan di pabrik Yatsushiro setelah cerobong asap fasilitas tersebut mengalami kerusakan berat. Perusahaan belum dapat memastikan kapan produksi akan kembali normal.
Gempa juga berdampak pada layanan distribusi dan logistik di wilayah Kumamoto dilansir Antara dari Kyodo
Japan Post menghentikan layanan di seluruh kantor pos di prefektur tersebut. Sementara itu, Yamato Transport dan Sagawa Express menghentikan sementara layanan pengambilan maupun pengiriman paket di sejumlah wilayah terdampak.
Jika penghentian operasional ini berlangsung dalam waktu lama, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan oleh industri di Jepang, tetapi juga berpotensi memengaruhi rantai pasok global, khususnya untuk produk semikonduktor, komponen elektronik, dan industri otomotif yang bergantung pada pasokan dari Negeri Sakura.