Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. (Tribunnews.com)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menuai kritik setelah komentarnya dalam sebuah siniar dianggap mengandung sindiran seksual terhadap Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Polemik tersebut bermula dari pembicaraan Albanese dengan pembawa acara sebuah siniar mengenai buah melon yang diberikan Takaichi saat melakukan kunjungan ke Australia pada Mei lalu.
Dalam video siniar yang dipublikasikan pada 3 Juli, Albanese menyebut Takaichi membawa “beberapa buah melon”. Saat mengucapkannya, ia juga membuat gestur dengan kedua tangannya di area dada.
Komentar tersebut kemudian mendapat respons dari pembawa acara yang mengaitkan penampilan Takaichi dengan Pamela Anderson, aktris yang dikenal lewat serial televisi Baywatch.
Albanese kemudian menanggapi dengan kalimat yang ikut memicu kontroversi.
“Dia membawa dua (melon) dan keduanya indah,” ujar Albanese.
Dianggap Menyinggung Perempuan
Komentar tersebut mendapat sorotan setelah sejumlah pihak menilai ucapan Albanese tidak pantas karena dapat ditafsirkan sebagai komentar mengenai bagian tubuh Takaichi.
Surat kabar The Australian melaporkan bahwa pernyataan tersebut secara luas dipahami sebagai referensi terhadap tubuh Perdana Menteri Jepang. Sejumlah anggota parlemen dari kubu oposisi bahkan mendesak Albanese menyampaikan permintaan maaf kepada Takaichi.
Pada Selasa (11/8/2026), seorang anggota parlemen oposisi mempertanyakan langsung kepada Albanese apakah ia akan meminta maaf atas komentar yang disebut kasar dan tidak etis terhadap perempuan.
Albanese menolak tuduhan tersebut.
“Saya menolak tuduhan yang tercantum dalam pertanyaan tersebut,” kata Albanese.
Jepang Mengetahui Polemik
Di tengah kontroversi, Pemerintah Jepang disebut telah mengetahui pemberitaan mengenai isi siniar tersebut.
Duta Besar Jepang untuk Australia Kazuhiro Suzuki, seperti diberitakan ABC, mengatakan pihak Jepang telah menerima informasi dari pemerintah Australia mengenai pernyataan Albanese.
“Kami telah mendapat informasi dari pihak Australia bahwa PM Albanese tidak menyampaikan pernyataan tersebut sebagaimana yang dilaporkan,” ujar Suzuki dalam sebuah pernyataan yang dikutip ABC.
Menurut laporan tersebut, jamuan makan malam yang digelar Albanese selama kunjungan Takaichi berlangsung dalam suasana yang sangat santai.
Jepang juga menilai suasana informal tersebut turut membantu membangun hubungan kepercayaan secara personal antara kedua pemimpin.
Melon di Jepang Identik dengan Hadiah Mewah
Di balik kontroversi tersebut, ada konteks budaya yang menarik. Di Jepang, melon berkualitas tinggi memang dikenal sebagai salah satu simbol hadiah mewah dikutip Antara.
Buah tersebut kerap diberikan sebagai hadiah dalam berbagai kesempatan khusus dan memiliki nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan melon yang biasa dikonsumsi sehari-hari.
Karena itu, pemberian melon dalam kunjungan kenegaraan tidak serta-merta berkaitan dengan konteks tubuh atau seksual.
Kontroversi terhadap komentar Albanese pada akhirnya memperlihatkan bagaimana candaan dalam percakapan informal, terutama ketika menyangkut tokoh perempuan dan konteks diplomatik, dapat menimbulkan tafsir berbeda dan berkembang menjadi persoalan politik.