Kamis, 17 September 2026

11.000 Pasien Kanker di Gaza tidak Bisa Lagi Mendapat Akses Pengobatan Akibat Agresi Militer Israel


 11.000 Pasien Kanker di Gaza tidak Bisa Lagi Mendapat Akses Pengobatan Akibat Agresi Militer Israel 11.000 pasien kanker di Gaza kehilangan akses pengobatan. (Foto ilustrasi Suara Surabaya)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Sebanyak 11.000 pasien kanker di Jalur Gaza kehilangan akses terhadap pengobatan menyusul blokade dan agresi militer Israel yang menyebabkan pasokan medis, termasuk obat-obatan penting, tidak dapat masuk ke wilayah tersebut.

Sumber medis setempat menyebutkan bahwa seluruh layanan kemoterapi intravena dan tindakan medis lanjutan kini terhenti total. 

Kondisi tersebut sangat memprihatinkan, dengan sekitar 5.000 pasien kanker dilaporkan harus segera dirujuk ke luar negeri untuk mendapatkan pengobatan, termasuk diagnosis awal, kemoterapi, maupun terapi radiasi. Minimnya alat diagnosis dini juga memperburuk keadaan.

Selain itu, dilansir Antara, sekitar 64 persen dari seluruh obat-obatan kanker kini tidak tersedia di Gaza.

Sumber medis menambahkan bahwa para pasien kanker kini berada dalam situasi yang sangat genting secara fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi, tanpa kepastian kapan layanan kesehatan akan kembali normal.

 

 

 

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru