Senin, 05 Januari 2026

Tidur Nyenyak dan REM Investasi Kesehatan dan Rahasia Umur Panjang


 Tidur Nyenyak dan REM Investasi Kesehatan dan Rahasia Umur Panjang Tidur Nyenyak dan REM Investasi Kesehatan dan Rahasia Umur Panjang. (Freepik)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Tidur nyenyak dan berkualitas tinggi semakin diakui sebagai salah satu prediktor terkuat bagi kesehatan jangka panjang, fungsi kognitif, serta umur manusia.

Berbagai penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kualitas tidur, khususnya tidur nyenyak dan fase rapid eye movement atau REM, berperan penting dalam proses penuaan tubuh dan otak, jauh melampaui sekadar rasa segar saat bangun di pagi hari.

Kualitas tidur berkaitan dengan kemampuan seseorang mempertahankan pola tidur yang konsisten dan restoratif selama bertahun-tahun. Studi secara konsisten mengaitkan kurang tidur kronis dan tidur yang terfragmentasi dengan peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, diabetes tipe 2, gangguan suasana hati, hingga kematian dini.

Di sisi lain, durasi tidur yang terlalu panjang justru kerap menjadi penanda adanya gangguan kesehatan, bukan indikasi kondisi tubuh yang lebih baik.

Para peneliti, dilansir Medical Daily, menekankan bahwa jumlah jam tidur dan kualitas tidur sama-sama penting. Selain durasi, struktur internal tidur juga berperan besar, terutama proporsi waktu yang dihabiskan dalam tidur nyenyak atau gelombang lambat dan tidur REM. Gangguan berulang pada fase-fase ini diketahui meningkatkan risiko berbagai penyakit terkait usia, bahkan ketika total waktu tidur terlihat cukup.

Tidur berlangsung dalam siklus yang berulang beberapa kali setiap malam, dimulai dari tahap tidur ringan, berlanjut ke tidur nyenyak, lalu masuk ke fase REM. Tidur nyenyak ditandai dengan aktivitas gelombang otak yang lambat, penurunan detak jantung, serta relaksasi otot. Pada fase ini, tubuh menjalankan proses perbaikan jaringan, pemeliharaan sel, dan pemulihan fisik secara intensif.

Manfaat Tidur Nyenyak

Sementara itu, tidur REM ditandai oleh aktivitas otak yang tinggi, gerakan mata cepat, dan kelumpuhan sementara otot rangka. Fase ini berperan penting dalam konsolidasi memori, pembelajaran, serta pemrosesan emosi. Keseimbangan antara tidur nyenyak dan tidur REM menjadi fondasi utama kualitas tidur yang sehat sepanjang hidup. Bagaimana itu bisa terjadi? Berikut penjelasannya:

1. Salah satu manfaat utama tidur nyenyak adalah perannya dalam proses pembersihan otak. Saat tidur nyenyak, sistem glimfatik bekerja lebih aktif untuk membuang limbah metabolisme, termasuk protein yang dikaitkan dengan penyakit neurodegeneratif. Gangguan tidur nyenyak dalam jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan zat-zat tersebut dan meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif.

2. Selain itu, tidur nyenyak mendukung perbaikan DNA dan menurunkan stres oksidatif pada tingkat sel. Proses ini membantu melindungi neuron dan jaringan tubuh dari kerusakan kumulatif, yang menjadi ciri utama penuaan tidak sehat.

3. Kualitas tidur juga memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Tidur nyenyak membantu menjaga respons imun tetap seimbang, memungkinkan tubuh melawan infeksi tanpa memicu peradangan kronis. Kurang tidur dalam jangka panjang diketahui meningkatkan penanda inflamasi, yang menjadi jalur umum berbagai penyakit terkait usia seperti penyakit kardiovaskular dan gangguan saraf.

4. Tidur REM berperan penting dalam kinerja kognitif. Pada fase ini, otak mengolah dan menyusun kembali pengalaman sehari-hari, memperkuat jalur saraf yang terkait dengan memori, kreativitas, dan pemecahan masalah. Gangguan REM yang berlangsung lama dikaitkan dengan penurunan konsentrasi, gangguan memori, serta kesulitan belajar, yang dapat berkontribusi pada penurunan kognitif seiring bertambahnya usia.

5. REM juga berpengaruh terhadap kestabilan suasana hati. Aktivitas otak selama REM diyakini membantu memproses pengalaman emosional dan menurunkan intensitas stres psikologis. Ketika tidur REM terus-menerus terganggu, risiko depresi, kecemasan, dan ketidakstabilan emosi cenderung meningkat, sehingga memengaruhi kualitas hidup jangka panjang.

Gangguan Tidur

Seiring bertambahnya usia, pola tidur cenderung berubah. Tidur menjadi lebih ringan, durasi tidur nyenyak berkurang, dan terbangun di malam hari lebih sering terjadi. Sebagian perubahan ini tergolong normal, namun penurunan drastis pada tidur nyenyak atau REM, serta munculnya gejala seperti mendengkur berat atau bertindak sesuai mimpi, dapat menandakan gangguan tidur yang memerlukan evaluasi medis.

Sejumlah gangguan tidur diketahui mengancam kualitas tidur dan umur panjang, termasuk apnea tidur obstruktif, insomnia kronis, gangguan ritme sirkadian, serta kondisi yang memicu gerakan anggota tubuh berulang saat tidur. Karena sebagian besar gangguan ini dapat ditangani, para ahli menganjurkan penanganan medis dibandingkan penggunaan alkohol atau obat penenang sebagai solusi jangka panjang.

Para pakar kesehatan menilai menjaga kualitas tidur bukanlah solusi instan, melainkan investasi jangka panjang. Rutinitas tidur yang konsisten, aktivitas fisik teratur, paparan cahaya alami di pagi hari, serta pengelolaan stres dinilai berperan besar dalam melindungi tidur nyenyak dan kesehatan REM.

Dalam jangka panjang, memprioritaskan tidur setara pentingnya dengan menjaga pola makan dan aktivitas fisik. Dengan melindungi kualitas tidur nyenyak dan REM, seseorang tidak hanya berinvestasi pada usia hidup yang lebih panjang, tetapi juga pada kualitas hidup yang lebih sehat dan bermakna.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru