Konsumsi Obat Nyeri Berlebihan Bisa Picu Sakit Kepala Kronis, Ini Penjelasan Dokter


 Konsumsi Obat Nyeri Berlebihan Bisa Picu Sakit Kepala Kronis, Ini Penjelasan Dokter Ilustrasi obat paracetamol. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), RSUI dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K), mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi obat pereda nyeri karena dapat memicu sakit kepala berulang.

Dokter yang akrab disapa Sena itu menjelaskan bahwa penggunaan obat memiliki dua sisi. Jika digunakan sesuai anjuran medis, obat dapat membantu meredakan gejala. Namun, jika dikonsumsi berlebihan atau tanpa pengawasan dokter, justru dapat menimbulkan efek sebaliknya.

Menurutnya, kondisi tersebut dikenal sebagai medication-overuse headache (MOH), yaitu sakit kepala yang justru muncul akibat penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan dalam jangka panjang.

“Konsumsi obat nyerinya itu tidak sesuai dengan anjuran dokter atau mengonsumsi itu jangka panjang, misalnya obat seperti parasetamol, ibuprofen yang bisa beli bebas. Itu bisa menyebabkan kebalikannya, nyeri kepala yang disebabkan karena overuse atau kebanyakan konsumsi obat antinyeri kepala,” kata Sena kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama kondisi ini adalah kebiasaan self-diagnose atau mendiagnosis diri sendiri tanpa konsultasi tenaga medis. Hal ini sering dipicu oleh informasi kesehatan yang beredar di media sosial.

Selain itu, kebiasaan membeli ulang obat tanpa pemeriksaan ulang juga dapat berisiko mengubah pola konsumsi obat yang seharusnya terkontrol, misalnya dari dua kali sehari menjadi lebih sering tanpa arahan dokter.

“Padahal nanti pada satu titik bisa saja keadaannya berbalik, justru konsumsi-konsumsi obat itulah yang menyebabkan sakit kepalanya nggak hilang-hilang,” ujarnya.

Sena juga menepis anggapan bahwa semua sakit kepala dapat diselesaikan dengan obat bebas tanpa pemeriksaan medis. Menurutnya, sakit kepala tidak selalu disebabkan oleh migrain, tetapi juga dapat menjadi gejala kondisi serius seperti perdarahan otak yang membutuhkan penanganan medis segera.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan obat dan tidak ragu berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila keluhan sakit kepala terjadi berulang atau tidak membaik.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru