Loading
Prof Tjandra Yoga Aditama tiba di Chongqing dan akan menuju Qianjiang. Tampak di belakang truk raksasa pembawa baling-baling turbin angin sepanjang 50 meter (Foto: Dok. Pribadi)
Catatan Perjalanan: Prof Tjandra Yoga Aditama
PERJALANAN pagi dari Chongqing menuju Qianjiang ternyata menghadirkan kejutan yang tidak biasa. Di tengah udara sejuk pegunungan dan rangkaian terowongan panjang—bahkan ada yang mencapai 14 kilometer—saya memutuskan berhenti sejenak di sebuah rest area. Awalnya semua tampak biasa saja, sampai mata ini tertumbuk pada dua truk raksasa yang sekilas mirip truk tangki.
Yang membuat saya terpaku adalah bentuk “tangki” yang terlalu panjang, tidak proporsional untuk sebuah kendaraan pengangkut bahan bakar. Rasa penasaran membuat saya bertanya pada petugas setempat, dan barulah terjawab: itu bukan truk tangki, melainkan truk pengangkut baling-baling turbin angin.
Ukuran baling-balingnya luar biasa—lebih dari 50 meter. Panjangnya sampai terlihat seperti ular putih yang mengikuti badan truk. Menurut informasi yang saya dapat, baling-baling ini merupakan bagian dari proyek pembangkit listrik tenaga angin berkapasitas hingga 50 megawatt. Saat pembangunan berlangsung, beberapa truk pengangkut bahkan berkonvoi bersama di jalan raya, menciptakan pemandangan yang spektakuler.
Setelah kembali melaju ke arah Qianjiang, kami melewati wilayah yang dihuni masyarakat asli Suku Miao. Selain budaya dan busananya yang indah, ada satu hal menarik tentang suku ini: Pengetahuan mereka soal racun tradisional. Mereka memiliki piring khusus dari perak yang dipercaya dapat berubah warna ketika makanan yang disajikan mengandung racun.
Tradisi serupa juga ditemukan di India. Di museum kompleks Taj Mahal, misalnya, terdapat piring berbahan kaca yang disebut-sebut mampu menunjukkan perubahan warna ketika bersentuhan dengan makanan beracun.
Perjalanan hari itu terasa lengkap—mulai dari teknologi modern berupa turbin angin raksasa hingga kearifan lokal Suku Miao yang sudah diwariskan turun-temurun. Tiongkok memang selalu menghadirkan kombinasi unik antara masa depan dan tradisi lama yang hidup berdampingan.