Hardi dan lukisannya. (Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pelukis KP Hardi Danuwijoyo resah karena para bapak bangsa mulai banyak dilupakan saat ini. Hal itulah yang mendorongnya untuk melukis sejumlah tokoh bapak bangsa Indonesia.
Hardi, begitu ia biasa disapa, mengatakan kepada arahkita.com di Jakarta awal pekan ini dirinya baru saja menyelesaikan lukisan Proklamator Kemerdekaan RI dan Wakil Presiden I RI Mohamad Hatta atau Bung Hatta.
“Bung Hatta adalah guru bangsa 24 karat. Saya baru menyelesaikan lukisan itu pada 25 Februari 2018,” tutur Hardi. Lukisan itu bertajuk “Bung Hatta, Guru Bangsa 24 Karat”, 2018, 100 x 120 cm.
Baca juga:
Melukis Gus Dur, Ini Alasan Hardi“Saya beri judul ‘Bung Hatta, Guru Bangsa 24 Karat’. Tidak ada yang lain. Bung Karno juga 24 karat. Ini merupakan monumen, pengingat sejarah kita,” tegasnya.
“Saya harus melukis pahlawan-pahlawan karena pelukis-pelukis sekarang sudah tidak ingat siapa guru bangsanya, siapa proklamatornya dan lain-lainnya. Saya seperti ditugaskan untuk melukis seperti ini. Itu saja,” lanjutnya. Lukisan Bung Hatta itu sebagai tandingan bagi pelukis-pelukis yang mayoritas asyik melukis imajinasi , lepas dari sejarah bangsa.
Ia mengatakan, lukisan tersebut dikerjakannya karena pemahaman demokrasi sudah melampaui harapan founding fathers. Bung Hatta sebagai guru telah menulis tentang demokrasi, pentingnya koperasi dan korupsi sudah jadi budaya.
“Pikiran seperti Bung Hatta yang hidup sederhana sepanjang hayatnya harus kita gaungkan. Bung Hatta orang yang sangat bersih dalam hidupnya. Sebagai pejabat ia hidup sangat sederhana, tidak korup, bahkan pada tahun 1970-an beliau sudah men-statement-kan korupsi sudah menjadi budaya,” pungkasnya.
Selain melukis Bung Hatta, Hardi juga telah menyelesaikan lukisannya tentang Gus Dur dan Sultan Agung, seorang raja Nusantara yang berani melawan VOC.(WLH)