Loading
Peragaan busana Muslim dalam MUFFEST+ Media Viewing 2024-2025 / Foto: Antara
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Para desainer yang ikut dalam Muslim Fashion Festival + atau MUFFEST+ 2024-2025 diajak menerapkan konsep baru, yakni memamerkan koleksi busana sekaligus menyampaikan cerita di balik rancangan busana mereka.
Dewan Penasihat Indonesia Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengemukakan bahwa konsep baru tersebut diterapkan agar para penikmat fesyen bisa mengetahui cerita dibalik desain dan koleksi busana para perancang. "Minimal menyamakan persepsi dalam satu konsep karena fesyen bukan hanya untuk menutup aurat saja, tapi di belakang itu banyak story (cerita) yang publik ingin dengar, yang bisa bercerita dengan baik dari perancang," kata Ali dalam konferensi pers MUFFEST+ Media Viewing di Jakarta, Jumat (1/3). Ada enam perwakilan peserta MUFFEST+ 2024 yang menampilkan koleksi busana mereka di MUFFEST+ Media Viewing, yakni Aleza, Hijabchic, Giomi, Hajeera, Yanti Adeni x wlov, dan Batik Chic. Setiap desainer menampilkan koleksi busana disertai narasi tentang koleksi yang ditampilkan. Ali berharap MUFFEST+ Media Viewing bisa memberikan ruang kepada desainer dari jenama kecil untuk tampil. Dia menambahkan. IFC menjalankan program-program untuk mendukung pengembangan modest fashion, istilah yang digunakan untuk busana sederhana yang lebih menutupi bentuk tubuh dan mengedepankan kesopanan. "Program dari dalam asosiasi dan pemerintah diharapkan benar-benar bisa menjadikan industri modest fashion Indonesia jadi pemantik ekonomi yang berbasis fesyen nantinya dibanding industri fesyen lain," katanya. Ali berharap para perancang terus meningkatkan kualitas karya agar bisa bersaing di industri fesyen nasional maupun internasional. Menurut dia, para perancang bisa memanfaatkan pagelaran-pagelaran karya busana Muslim di Indonesia untuk mengembangkan usaha modest fashion. MUFFEST+ yang berlangsung tiga hari dari 1 sampai 3 Maret 2024 di Ice Palace Lotte Mall Jakarta menampilkan sekitar 100 karya desainer lokal