Dudung Dorong Evaluasi Perlintasan Sebidang Usai Rentetan Kecelakaan Kereta


 Dudung Dorong Evaluasi Perlintasan Sebidang Usai Rentetan Kecelakaan Kereta Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memberi keterangan ketika ditemui di Jakarta, Kamis (30/4/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri/aa.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap perlintasan sebidang kereta api yang dinilai rawan kecelakaan, menyusul sejumlah insiden maut dalam beberapa hari terakhir.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/5/2026), Dudung menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan antara kereta api dan mobil di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang menewaskan empat orang. Sebelumnya, insiden serupa juga terjadi di Bekasi Timur dengan 16 korban jiwa pada 27 April 2026.

“Rangkaian kecelakaan ini menjadi alarm pengingat untuk membenahi transportasi publik, khususnya kereta api. Infrastruktur keselamatan harus diperkuat, termasuk perlintasan sebidang yang aman,” ujar Dudung.

Ia menegaskan bahwa saat ini merupakan momentum tepat untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap sekitar 1.800 titik perlintasan sebidang di seluruh Indonesia. Evaluasi ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden terkait peningkatan keselamatan transportasi.

Menurut Dudung, perlintasan sebidang di kawasan padat penduduk, terutama di kota besar seperti Jakarta, memiliki risiko tinggi kecelakaan jika tidak dilengkapi sistem pengamanan memadai.

Ia menyebut salah satu solusi yang perlu dipercepat adalah pembangunan flyover di titik-titik rawan, yang telah masuk dalam rencana pemerintah dengan dukungan anggaran.

Selain itu, penerapan sistem peringatan dini atau early warning system serta sistem mekanik otomatis di perlintasan juga dinilai penting untuk meminimalisasi risiko kecelakaan.

“PT KAI juga perlu memastikan standar operasional prosedur di perlintasan berjalan optimal, termasuk kesiapan petugas penjaga perlintasan,” tambahnya.

PT Kereta Api Indonesia sebagai operator transportasi kereta api diminta memperkuat pengawasan serta meningkatkan standar keselamatan di seluruh titik perlintasan.

Dudung menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat langkah-langkah konkret untuk menekan angka kecelakaan di jalur kereta api.

“Keselamatan publik adalah prioritas utama dalam pengelolaan transportasi,” tegasnya.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Nasional Terbaru