Loading
Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN), Adrianus Meliala dalam Temu Media Nasional yang berlangsung Jumat (21/9/2018) di Gedung Karya Sosial KAJ, Jakarta. (Arahkita/FaridaDenura)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN), Adrianus Meliala mengatakan, persiapan pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional I di Maluku sudah 95 persen.
"Untuk kegiatan Pesparani I panitia penyelenggara mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp20 Milyar dan Pemerintah Daerah sebesar Rp25 Miliar. Namun bantuan tersebut belum diterima hingga saat ini," ungkap Adrianus.
Menurut Adrianus, proses mendapatkan bantuan dana melalui beberapa tahap sementara transaksi yang harus dilakukan dengan pihak ketiga seperti hotel, katering dan lain-lain harus dilakukan saat ini.
Gereja kata Adrianus pada umumnya gagap memenuhi dukungan negara dan ini dirasakan baik oleh Panitia Lokal maupun Pusat. Namun demikian jika penyelenggaraan Pesparani Nasional I ini berjalan sukses maka bukan tidak mungkin akan digelar secara 2 tahun sekali bukan 3 tahun sekali.
"Pesparani Nasional I ini merupakan investasi Panitia untuk menggelar Pesparani kedua menjadi lebih baik,"kata Adrianus. Adrianus mengatakan bahwa pesta paduan suara umat Katholik yang terbagi dalam 12 kegiatan lomba ini diikuti 8500 peserta dari 34 propinsi dan menurut rencana akan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 27 Oktobet 2018.
Sementara itu, menurut Ketua KWI Mgr I. Suharyo Pesparani merupakan ajang pertemuan umat Katolik secara nasional yang mencerminkan Gereja Katolik di Indonesia yang diwarnai keterlibatan kaum awam didalamnya. Dan kegiatan ini juga untuk meningkatkan kualitas hidup antara agama di Indonesia karena kepanitian terdiri dari umat berbagai agama.
"Saya merasa ini adalah kekhasan di Indonesia. Saya tidak pernah melihat panitia di Vatican dan di negara Eropa yang panitianya lintas agama," ujar Mgr. Suharyo.
Ditambahkan Ketua KWI, Pesparani tidak akan terjadi apabila tidak ada dukungan dari pemerintah khususnya Dirjen Bimas Katholik dan lembaga gereja. Betapa Gereja Katolik di Indonesia dapat berjalan seiring dengan pemerintah.
"Saya sangat senang ketika istilah yang dipakai bukan perlombaan tapi pesta. Karena itu adalah ungkapan khas dari iman, merayakan iman kita lewat pesta paduan suara. Dan melihat orang lain sebagai saudara,"ujar Mgr. Suharyo