Loading
Arsip Foto - Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta menambal jalan berlubang di wilayah Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026). ANTARA/Risky Syukur.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menginstruksikan Dinas Bina Marga untuk segera melakukan penanganan cepat terhadap jalan-jalan berlubang di Ibu Kota. Langkah ini diambil sebagai upaya darurat guna mencegah kecelakaan lalu lintas, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda Jakarta.
Pramono menegaskan, perbaikan bersifat sementara harus segera dilakukan agar lubang jalan tidak terus memakan korban.
"Saya sudah langsung memerintahkan Dinas Bina Marga agar jalan-jalan berlubang segera ditambal. Apa pun caranya, ini harus dilakukan cepat meski sifatnya masih jangka pendek,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026) seperti yang dikutip dari Antara.
Menurut Pramono, perbaikan permanen belum memungkinkan karena kondisi cuaca belum mendukung. Berdasarkan prakiraan BMKG, Jakarta masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.
"Kalau perbaikan permanen, tentu harus dikeruk dan diperbaiki total. Tapi dengan cuaca ekstrem seperti sekarang, itu belum bisa dilakukan. Yang penting sekarang, jangan sampai korban bertambah,” katanya.
Sementara itu, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat telah menangani 1.383 titik jalan berlubang di berbagai wilayah Jakarta sejak 11 hingga 21 Januari 2026. Perbaikan dilakukan secara bertahap oleh satuan pelaksana di tingkat kecamatan, suku dinas, hingga dinas.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menyebutkan jumlah tersebut masih bisa bertambah seiring proses verifikasi lapangan yang terus berjalan.
"Pendataan kerusakan jalan masih berlangsung dan bisa diperbarui sesuai hasil pengecekan di lapangan,” ujar Siti.
Ia menjelaskan, Dinas Bina Marga telah menyiagakan jaringan Satpel Bina Marga hingga pasukan kuning untuk memantau kondisi jalan dan melakukan penanganan cepat ketika ditemukan kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Setiap laporan atau temuan jalan berlubang langsung kami tindaklanjuti agar tidak menimbulkan kecelakaan,” tambahnya.
Siti menegaskan, penambalan yang dilakukan saat ini merupakan langkah darurat. Perbaikan permanen akan dilakukan menggunakan aspal hotmix setelah kondisi cuaca lebih stabil.
“Hotmix lebih efektif untuk perawatan jangka panjang dan diharapkan dapat menekan risiko kerusakan ulang akibat cuaca ekstrem,” jelas Siti.
Penanganan jalan berlubang pascahujan deras ini dilakukan secara menyeluruh di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta, mencakup jalan lingkungan, jalan provinsi, hingga ruas jalan utama.