Loading
Plate berharap adanya kontestasi yang sehat dengan mengedepankan ide (Net)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ketatnya percaturan politik jelang Pilpres 2019, membuat dua kubu yang bertarung memainkan strategi kampanye demi mendulang simpati masyarakat. Cara paling elok hingga menohok, terekspos media hampir tiap hari.
Bagi Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate, trik-trik semacam ini memang biasa terjadi menjelang Pemilu. Apalagi tahun depan, posisi RI 1 bakal jadi ajang kompetisi dua paslon. Riakan informasi dan adu gagasan pun, mulai dilancarkan. Tak jarang ujaran kebencian dan hoaks bersliweran di beragam jenis media.
Menanggapi hal ini, politisi sekaligus pengusaha tersebut menilai hal itu terjadi karena fokus kontestasi tak terarah ke adu gagasan atau ide. "Karena kontestasi satu bulan terakhir belum ada kontestasi gagasan. Yang ada hanya ekspolitasi perasaan," kata Johnny kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (18/10/2018).
Hal ini, kata dia, tentu bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Pesta demokrasi seharusnya berjalan lebih demokratis. Namun menjelang pemilu, hoaks sebagai racun demokrasi marak mewarnai.
Untuk itu, Plate berharap adanya kontestasi yang sehat dengan mengedepankan ide. Pasalnya, tujuan pemilu adalah menjadikan Indonesia lebih baik ke depan. Cara-cara yang melibatkan hoaks justru menghambat perkembangan Indonesia. "Kami mendukung semua program yang sejalan dan positif, untuk menjalankan demokrasi yang berkualitas. Melibatkan integritas para calon dan rekam jejaknya," kata dia.
" Kita perlu membangun kekuatan nasional yang dilandasi kekompakan semua unsur dalam neger," lanjutnya. Oleh karena itu,usaha bersama menanggulangi hoaks diperlukan. Plate mengajak semua pihak bersatu, termasuk partai politik (parpol). "Pada saat hoaks mencederai kita, ya kita jadi lemah. Tanggung jawab parpol adalah memastikam kita ini menjalankan demokrasi yang baik," tandas Plate.