Loading
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Golkar , Imanuel Blegur. (Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Golkar , Imanuel Blegur mengaku kaget menemukan kasus stunting yang cukup tinggi di kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur. Temuan itu saat kunjungan kerja (kunker) masa reses Desember 2018 lalu.
Pak Ima, demikian dia biasa disapa, mengaku kaget saat turun kunker di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan menemukan sejumlah kasus stunding (gizi buruk) dan masalah tenaga kerja yang dihadapi masyarakat setempat.
"Dalam hal ini mereka (pemkab) setempat harus menangani sebanyak 29 kasus, tetapi potensial karena banyak sekali anak-anak di TTS yang masih mengalami kasus Gizi buruk. Terutama yang berada di desa-desa pinggiran atau di pelosok. Walaupun Pemda dan RSU Ibu-Anak sedang menangani sebanyak 29 kasus gizi buruk di wilayah tersebut," kata dia.
Lanjutnya, masyarakat ini sebenarnya tahu bahwa ada banyak anak-anak yang mengalami gizi buruk. Tapi persoalannya tidak ada fasilitas untuk menjemput mereka (korban gizi buruk). Rumah Sakit Ibu dan Anak setempat tidak punya kendaraan untuk menjemput mereka. Jadi, disitulah duduk persoalannya.
"Kedua, Meski dirawat dan setelah selesai atau normal, saat mereka pulang pun tidak ada alat transportasi yang menghantarkan mereka untuk pulang ke daerahnya masing-masing," kisah Anggota DPR yang baru dilantik Pengganti Anmtar Waktu (PAW) dari Setya Novanto itu.
Legislator asal Kabuapten Alor, NTT ini kemudian berceritera, soal lain yang dialami masyarakat di TTS adalah program yang secara khusus mencegah terjadinya gizi buruk di wilayah setempat.
"Mestinya masalah ini menjadi salah satu perhatian bagi pemerintah setempat. Karena prinsipnya, pemerintah dalam menolong rakyat harus mengutamakan mereka yang paling lemah. Jadi, yang dimaksud dengan yang paling lemah itu adalah masyarakat yang miskin ini, yang jangan samapai tidak bisa kasi makan anak-anaknya, yang akahirnya anak-anak mengalami gizi buruk yang demikian serius," imbuh Pak Ima.
"Komisi IX DPR, dalam hal ini saya sebagai anggota Komisi IX kebetulan dari dapil NTT 2, kami telah melakukan pendekatan.Saya telah mengajukan program bantuan melalui Departemen Kesehatan RI. Pihak Depkes telah mensuplai makanan bagi ibu-ibu hamil berupa susu dan biskuit," jelasnya.
Lanjutnya, masalah ini (stunting) tersebut terjadi saat pada bayi tersebut lahir. Karena saat bayi berada di dalam kandungan ibu pun pasti akan berpengaruh. Karena itu, makanan tambahan bagi ibu dan anak itu sangat dibutuhkan.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah bisa turun dan mulai didistribusikan. Jadi ada beberapa ton iskuit dan susu yang akan distribusikan kepada ibu dan anak di Kabupaten TTS, NTT," imbuh Imanuel Akadianus Blegur.
Laporan:Rafael