Loading
Jasad kedua korban tersengat listrik saat banjir di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (12/1/2026) malam. (ANTARA/Polsek Cilincing)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Musibah banjir yang melanda Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menelan korban jiwa. Tiga orang warga dilaporkan meninggal dunia dan diduga kuat tersengat aliran listrik di dua lokasi berbeda pada Senin (12/1/2026).
Dua korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW (54) dan NJ (49) yang ditemukan tidak bernyawa di kediamannya di Blok R Gang II, Kelurahan Semper Barat, Cilincing. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri menjelaskan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh anak korban sepulang sekolah. Saat masuk ke dalam rumah, anak tersebut melihat kedua orang tuanya sudah mengambang di ruang tengah rumah.
“Saksi melihat kedua korban sudah mengambang di dalam rumah dan langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar,” ujar AKP Bobi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar langsung berdatangan dan membantu mengevakuasi korban. Keduanya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pelabuhan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga pasangan suami istri tersebut meninggal dunia akibat tersengat listrik dari kabel kulkas yang terkelupas dan terendam banjir.
“Dari hasil pengecekan awal, tidak ditemukan adanya luka akibat kekerasan benda tumpul maupun tajam. Dugaan sementara korban meninggal karena tersengat listrik,” kata AKP Bobi seperti dikutip dari Antara.
Sementara itu, korban ketiga adalah seorang perempuan berinisial MYS (40) yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Kalibaru Barat, Gang Sadang, Kecamatan Cilincing, pada Senin pagi.
AKP Bobi mengungkapkan, peristiwa tersebut diketahui berdasarkan laporan Ketua RT setempat yang mendapat informasi dari kakak ipar korban.
“Korban dilaporkan tersengat listrik dan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Saat diberikan pertolongan pertama, korban sudah tidak merespons,” ujarnya.
Hasil identifikasi pihak kepolisian juga tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
“Tidak ada bekas kekerasan. Korban diduga meninggal dunia akibat tersetrum listrik,” tambah AKP Bobi.
Pihak kepolisian mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik saat banjir, terutama dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan mematikan aliran listrik ketika genangan mulai masuk ke rumah.