Senin, 26 Januari 2026

Basarnas: 29 Korban Longsor Cisarua Ditemukan, Operasi SAR Terus Berlanjut


  • Senin, 26 Januari 2026 | 15:45
  • | News
 Basarnas: 29 Korban Longsor Cisarua Ditemukan, Operasi SAR Terus Berlanjut Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Basarnas Mohammad Syafii. (Antara)

BANDUNG, ARAHKITA.COM — Operasi pencarian korban longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih terus berlangsung. Hingga Senin (26/1/2026) siang, tim SAR gabungan telah mengevakuasi total 29 jenazah dan menyerahkannya kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa dalam operasi pencarian hari ini, tim berhasil menemukan empat jenazah hingga pukul 13.00 WIB. Sementara itu, sekitar 61 korban lainnya diduga masih tertimbun material longsoran.

“Hari ini kami berhasil mengevakuasi empat jenazah. Dengan demikian, total korban yang telah diserahkan ke tim DVI sejak operasi SAR dimulai berjumlah 29 orang,” ujar Mohammad Syafii di Bandung.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Proses identifikasi sisanya masih terus dilakukan oleh aparat kepolisian.

“Secara hukum, kewenangan identifikasi berada di Polri. Informasi terakhir yang kami terima, 17 korban sudah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarganya,” katanya seperti dikutip dari Antara

Dalam upaya mempercepat pencarian, Basarnas mengerahkan personel gabungan serta sembilan unit alat berat yang difokuskan di sejumlah titik terdampak. Selain jalur darat, operasi SAR juga diperkuat dengan dukungan udara.

“Hari ini kami mengoperasikan tiga helikopter, masing-masing dari TNI AU, TNI AD, dan TNI AL. Selain itu, pemantauan udara juga dibantu dengan penggunaan drone,” jelas Syafii.

Namun demikian, keterbatasan akses menuju lokasi longsor menjadi salah satu kendala utama dalam proses evakuasi. Kondisi jalan yang sempit membuat hanya alat berat berukuran kecil hingga sedang yang dapat digunakan.

“Sejak kemarin alat berat sudah bisa masuk, tetapi karena ruang jalan terbatas, hanya alat berat tertentu yang dapat dioperasikan,” ucapnya.

Syafii menjelaskan, longsor di kawasan Cisarua memiliki skala yang besar dan kompleks. Berdasarkan hasil pengukuran sementara, panjang longsoran diperkirakan mencapai lebih dari dua kilometer.

“Terdapat dua mahkota longsor. Panjang dari mahkota hingga lidah longsoran diperkirakan mencapai 2.009 meter dengan lebar terluas sekitar 140 meter. Angka ini masih perkiraan karena longsoran melebar ke berbagai arah,” ungkapnya.

Operasi pencarian dan pertolongan akan terus menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan hasil evaluasi harian, terutama terkait keselamatan personel.

“Evaluasi operasi SAR dilakukan pada hari ketujuh. Sementara itu, pemerintah daerah melalui BPBD telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari,” pungkas Mohammad Syafii.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru