Tawuran Berdarah di Makasar Jaktim, Satu Remaja Luka Bacok di Kepala


  • Rabu, 11 Februari 2026 | 21:45
  • | News
 Tawuran Berdarah di Makasar Jaktim, Satu Remaja Luka Bacok di Kepala Ilustrasi tawuran. (Tangkapan layar video)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Aksi tawuran kembali terjadi di wilayah Jakarta Timur. Kali ini bentrokan pecah di Jalan Mayjen Sutoyo, Kecamatan Makasar, pada Selasa (10/2/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan satu orang mengalami luka bacok serius di bagian belakang kepala.

Kapolsek Makasar, Kompol Sumardi, membenarkan adanya korban dalam insiden tersebut. Ia menyebut korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

“Korban sekarang masih di Rumah Sakit Polri, dia kena luka bacok di kepala bagian belakang,” ujar Sumardi saat dikonfirmasi di Cawang, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, korban mengalami luka cukup serius akibat senjata tajam yang digunakan dalam tawuran tersebut.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap para pelaku yang terlibat. Belum ada tersangka yang ditetapkan karena proses identifikasi masih berlangsung.

“Untuk terduga pelaku ataupun yang terlibat dalam tawuran, masih kami dalami,” kata Sumardi.

Terkait dugaan keterlibatan pelajar, polisi juga belum dapat memastikan. Aparat masih mengumpulkan informasi sebelum menyampaikan keterangan resmi kepada publik.

“Kalau pelajarnya, kami belum bisa memastikan. Nanti perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” tambahnya.

Saat ini, penyidik tengah memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) dan video yang beredar di media sosial.

“Kami lagi memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti pendukung,” jelas Sumardi.

Viral di Media Sosial

Peristiwa tawuran tersebut sempat viral setelah diunggah akun Instagram @warungjurnalis. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah remaja saling kejar di Jalan Mayjen Sutoyo arah Cililitan sambil membawa senjata tajam.

Aksi tersebut memicu kekhawatiran warga, terutama karena terjadi menjelang bulan suci Ramadhan 2026, periode yang kerap diwarnai peningkatan potensi gangguan keamanan.

Sebagai langkah antisipasi, Polres Metro Jakarta Timur telah mendirikan 27 posko terpadu dalam rangka Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya 2026. Operasi ini merupakan instruksi terpusat dari Polda Metro Jaya dan digelar serentak di seluruh wilayah hukum, termasuk Jakarta Timur.

Operasi berlangsung selama 15 hari, mulai 28 Januari hingga 11 Februari 2026, dengan fokus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Ramadhan.

Setiap posko diisi 20 personel gabungan. Sebanyak 10 personel berasal dari unsur Polri, baik dari Polres Metro Jakarta Timur maupun Polda Metro Jaya. Sementara 10 personel lainnya terdiri dari Satpol PP, Kodim 0505 Jakarta Timur, serta elemen masyarakat setempat.

Posko terpadu beroperasi berdasarkan analisa kerawanan wilayah. Jam operasional dimulai pukul 16.00 WIB hingga 08.00 WIB keesokan harinya, waktu yang dinilai rawan terjadinya gangguan keamanan.

Sumardi juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aksi kekerasan dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” tegasnya.

Polisi berharap dengan kehadiran posko terpadu dan Operasi Pekat Jaya, potensi tawuran maupun gangguan kamtibmas lainnya dapat ditekan sehingga masyarakat bisa menjalani aktivitas dengan aman dan nyaman.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru