Loading
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol. Agus Suryonugroho (tengah) memberikan keterangan pers di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek. (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Lonjakan arus mudik membuat Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) sempat menutup ruas Jalan Tol Mohamed Bin Zayed atau Tol MBZ pada Kamis (18/3/2026) siang.
Penutupan dilakukan karena volume kendaraan meningkat tajam meski sistem one way nasional telah diberlakukan.
“Kami tadi harus menutup MBZ untuk sementara. Karena sudah kami lakukan one way nasional, tetapi puncak arusnya masih tinggi,” ujar Kakorlantas Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek, Jawa Barat.
Volume Kendaraan Tembus 270 Ribu
Berdasarkan data hingga Kamis pagi, total kendaraan yang melintas mencapai 270 ribu unit. Angka ini naik signifikan dibanding Selasa (17/3) yang tercatat 221 ribu kendaraan.
Lonjakan tersebut membuat kepadatan tak terhindarkan, terutama di jalur utama menuju arah Cikampek.
Sebagai langkah antisipasi, Korlantas menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, termasuk penutupan sementara Tol MBZ. Selama penutupan, pemudik diarahkan menggunakan jalur bawah, yakni Tol Jakarta-Cikampek.
Ditutup 1,5 Jam, Kini Sudah Dibuka
Tol MBZ ditutup selama kurang lebih 1,5 jam. Setelah skema contraflow selesai diterapkan dan kondisi lalu lintas terkendali, ruas tol kembali dibuka.
“MBZ tadi kita tutup hampir 1,5 jam. Karena langkah-langkah contraflow sudah selesai, tentunya kita buka lagi dan alhamdulillah sekarang lancar,” kata Agus.
Sebelumnya, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek mencatat sebanyak 63.275 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Cikampek melalui Tol MBZ pada Selasa (17/3).
Jumlah tersebut melonjak 200,54 persen dibandingkan lalu lintas normal harian yang hanya sekitar 21.054 kendaraan.
Arus Mudik Diprediksi Masih Tinggi
Dengan tren peningkatan volume kendaraan yang signifikan, kepadatan arus mudik diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Pengendara diimbau untuk memantau informasi lalu lintas terkini, memastikan kondisi kendaraan prima, serta memanfaatkan waktu perjalanan di luar jam puncak guna menghindari antrean panjang.
Penutupan sementara Tol MBZ menjadi gambaran bagaimana tingginya mobilitas masyarakat saat musim mudik, sekaligus pentingnya rekayasa lalu lintas demi menjaga kelancaran dan keselamatan bersama.