Hizbullah Nyatakan Siap Gencatan Senjata Jika Israel Hentikan Serangan ke Lebanon


 Hizbullah Nyatakan Siap Gencatan Senjata Jika Israel Hentikan Serangan ke Lebanon Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. ANTARA/Anadolu Agency /Furkan G¸ldemir/aa.

BEIRUT, ARAHKITA.COM – Kelompok Hizbullah di Lebanon menyatakan kesiapannya untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata dengan Israel, dengan syarat seluruh serangan ke wilayah Lebanon dihentikan sepenuhnya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mahmoud Qamati, anggota pimpinan politik Hizbullah, dalam wawancara dengan stasiun televisi Al-Araby yang berbasis di Qatar pada Selasa (3/6/2026).

“Kami telah memberi tahu semua pihak terkait bahwa kami telah membatalkan formula pertukaran antara wilayah pinggiran selatan Beirut dengan permukiman utara Israel,” ujar Qamati.

Ia menegaskan bahwa Hizbullah pada dasarnya telah menyetujui gencatan senjata yang bersifat nyata dan menyeluruh, serta siap untuk mematuhinya selama Israel juga menghentikan seluruh aksi militernya.

“Kami telah menyepakati gencatan senjata yang nyata serta komprehensif, dan siap berkomitmen terhadap hal itu,” tambahnya.

Dalam pernyataannya, Qamati juga menolak keberadaan “garis kuning” di wilayah Lebanon selatan yang dinilai membatasi kedaulatan negara tersebut. Ia menegaskan bahwa Hizbullah ingin seluruh wilayah Lebanon tetap berada di bawah kendali penuh tanpa batasan yang dianggap sepihak.

Lebih jauh, ia memperingatkan bahwa Hizbullah akan merespons lebih dalam ke wilayah Israel apabila serangan terhadap Lebanon terus berlanjut, termasuk pemboman di pinggiran Beirut.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut telah memerintahkan serangan ke sejumlah target Hizbullah di pinggiran Beirut pada Senin (2/6/2026). Langkah tersebut dinilai oleh Kementerian Luar Negeri Iran sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Washington dan Teheran.

Di hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hizbullah telah mencapai kesepakatan gencatan senjata setelah melakukan komunikasi dengan kedua pihak.

Namun, situasi di lapangan masih menunjukkan eskalasi. Militer Israel dilaporkan tetap melanjutkan serangan ke sejumlah kota di Lebanon selatan sehari setelah pengumuman tersebut, menandakan bahwa implementasi kesepakatan masih jauh dari stabil.

Ketegangan yang terus berlangsung ini menunjukkan bahwa upaya perdamaian di kawasan masih rentan terhadap pelanggaran dan aksi balasan dari kedua belah pihak.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru