Selasa, 15 September 2026

Riset 2025: Media Arus Utama Masih Dipercaya, Influencer Kian Berpengaruh di Indonesia


  • Rabu, 22 April 2026 | 22:00
  • | News
 Riset 2025: Media Arus Utama Masih Dipercaya, Influencer Kian Berpengaruh di Indonesia Riset 2025: Media Arus Utama Masih Dipercaya, Influencer Kian Berpengaruh di Indonesia. (Ilustrasi AI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Di tengah derasnya arus informasi digital, posisi media arus utama di Indonesia ternyata masih kokoh sebagai sumber terpercaya. Namun di saat yang sama, peran influencer terus menguat dan semakin memengaruhi cara publik memahami isu-isu penting.

Temuan ini terungkap dalam riset terbaru BBC Media Action bertajuk A Metamorphosis in Indonesian Media: The Evolving Roles of Traditional Media and Influencers, yang dilakukan sepanjang September hingga Desember 2025. 

Media Masih Jadi Rujukan Utama

Hasil survei menunjukkan bahwa 71% responden masih menaruh kepercayaan pada media arus utama, terutama untuk mendapatkan informasi faktual dan perkembangan terkini. 

Media mapan dinilai unggul dalam:

  • Akurasi data
  • Akses langsung ke sumber resmi
  • Kedalaman dan verifikasi informasi

Dalam situasi krisis atau peristiwa besar, media arus utama tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk memperoleh berita yang cepat dan dapat dipercaya.

Influencer Menguat di Era Digital

Meski tingkat kepercayaan terhadap influencer masih berada di angka 32%, peran mereka dalam ekosistem informasi tidak bisa diabaikan. 

Influencer kini menjadi:

  • Penyampai informasi dengan gaya yang lebih ringan
  • Penerjemah isu kompleks agar mudah dipahami
  • Jembatan antara informasi dan audiens digital

Khususnya bagi generasi muda dan pengguna media sosial aktif, influencer sering kali menjadi sumber alternatif untuk memahami suatu isu dari perspektif yang lebih dekat dengan keseharian.

Relasi Baru: Bukan Lagi Kompetitor

Riset ini juga menyoroti perubahan relasi antara media dan influencer. Jika sebelumnya dianggap sebagai pesaing, kini keduanya justru berada dalam hubungan yang semakin saling terkait.

Influencer kerap menggunakan media arus utama sebagai referensi dan validasi data. Sebaliknya, media mulai mengadopsi gaya komunikasi influencer agar tetap relevan di tengah perubahan perilaku audiens.

Hubungan ini menciptakan ekosistem informasi yang lebih dinamis, sekaligus menandai pergeseran cara publik mengonsumsi berita.

Kepercayaan Publik Jadi Tantangan Bersama

Di sisi lain, kepercayaan publik terhadap media mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, dari 39% pada 2021 menjadi 36% pada 2025. 

Penurunan ini dipengaruhi oleh:

  • Munculnya berbagai sumber informasi baru
  • Persaingan dengan platform digital
  • Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat

Dalam konteks ini, baik media maupun influencer menghadapi tantangan yang sama: membangun dan mempertahankan kepercayaan publik.

Peran Berbeda, Tujuan Sama

Riset tersebut menegaskan bahwa media dan influencer memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi.Media arus utama → unggul dalam fakta, verifikasi, dan kredibilitas

Influencer → unggul dalam pendekatan, kecepatan, dan kedekatan dengan audiensKombinasi keduanya membuka peluang kolaborasi yang dapat menghadirkan informasi yang tidak hanya akurat, tetapi juga mudah dipahami dan relevan bagi masyarakat luas.

Masa Depan Ada pada Kolaborasi

Perubahan lanskap media di Indonesia menunjukkan bahwa tidak ada lagi batas tegas antara siapa yang memproduksi informasi dan siapa yang menyebarkannya.

Media tetap menjadi fondasi utama dalam penyampaian fakta, sementara influencer memperluas jangkauan dan cara penyampaian informasi.

Ke depan, kolaborasi antara keduanya menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat, terpercaya, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru