Senin, 17 Agustus 2026

Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik ke NTT, Penanganan Pascagempa Dipercepat


  • Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:30
  • | News
 Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik ke NTT, Penanganan Pascagempa Dipercepat Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kanan) mengecek kloter terakhir penerbangan logistik bantuan yang dikirimkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu (15/8/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah terus mempercepat penanganan pascagempa yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Sabtu (15/8) malam, sebanyak 27 ton logistik telah dikirim ke wilayah terdampak melalui sejumlah penerbangan pesawat Hercules.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan pengiriman tersebut dilakukan secara bertahap sepanjang Sabtu. Penerbangan terakhir pada malam hari sekaligus menandai pengiriman total 27 ton logistik ke NTT.

“Ini adalah kloter terakhir penerbangan hari Sabtu. Dari total 27 ton logistik sudah terkirim ke NTT dengan berbagai kloter penerbangan Hercules di hari itu juga,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Pemerintah Percepat Penanganan di Lokasi Bencana

Pengiriman bantuan logistik menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026).

Presiden Prabowo Subianto, kata Teddy, terus mendorong koordinasi lintas sektor agar penanganan bencana dapat berlangsung cepat sekaligus tepat sasaran.

Sejumlah pejabat pemerintah juga diperintahkan untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Selain unsur kementerian dan lembaga, pemerintah juga melibatkan PLN, Pertamina, dan Telkom. Kehadiran mereka dibutuhkan untuk membantu memastikan kebutuhan dasar masyarakat serta layanan listrik, energi, dan komunikasi dapat segera dipulihkan di wilayah terdampak.

“Presiden Prabowo juga telah memerintahkan Menko PMK, Mendagri, Menteri PU, Kepala BNPB, dan Kepala Basarnas serta Wamen Kesehatan dan Wamen Sosial beserta unsur PLN, Pertamina, dan Telkom untuk langsung terbang ke NTT pada hari kejadian,” kata Teddy.

Lebih dari 3.500 Personel TNI-Polri Dikerahkan

Penanganan di lapangan juga diperkuat dengan pengerahan personel TNI dan Polri. Menurut Teddy, lebih dari 3.500 personel telah dikerahkan ke sejumlah wilayah di Flores untuk membantu proses evakuasi, pemulihan, serta penanganan warga terdampak.

Personel tersebut disebar ke sejumlah daerah, antara lain Manggarai, Maumere, Flores, dan wilayah lain yang terdampak gempa.

Pengerahan personel dilakukan sejak hari kejadian untuk mempercepat proses evakuasi sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Gempa M7,7 Guncang NTT

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8) pagi. Guncangan tersebut berdampak di sejumlah wilayah Flores dan memicu kepanikan masyarakat.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi. Peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Gempa tersebut juga diikuti aktivitas gempa susulan. Kondisi ini membuat proses evakuasi dan penanganan di sejumlah wilayah harus dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan warga maupun petugas. Laporan mengenai dampak gempa menunjukkan kerusakan terjadi di sejumlah rumah dan fasilitas umum dikutip Antara.

Korban Meninggal Mencapai 47 Orang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sementara 47 orang meninggal dunia akibat gempa M7,7 di NTT berdasarkan data hingga Sabtu (15/8) pukul 18.48 WIB.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut korban tersebar di sejumlah kabupaten.

Rinciannya, sebanyak 24 korban berada di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, satu orang di Ngada, dan satu orang di Ende.

Selain korban meninggal dunia, petugas juga masih melakukan evakuasi serta memberikan penanganan medis kepada warga yang mengalami luka-luka.

Situasi di sejumlah wilayah terdampak masih dalam penanganan. Pemerintah bersama TNI, Polri, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, serta berbagai unsur lainnya terus bergerak untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan proses evakuasi dapat berlangsung secepat mungkin.

Bagi masyarakat terdampak, kehadiran bantuan logistik dan personel di lapangan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus mempercepat proses pemulihan pascagempa.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru