Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan keterangan media di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Prabowo Subianto masih mempertimbangkan untuk datang langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) guna melihat kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7.
Kepastian mengenai rencana kunjungan tersebut masih menunggu perkembangan situasi di lapangan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terlebih dahulu memantau kondisi penanganan bencana yang saat ini tengah dilakukan sejumlah kementerian dan lembaga di NTT.
“Nanti kita lihat situasinya ya, para menteri juga sudah di sana. Kita lihat seperti apa lalu kita putuskan,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Sejumlah Menteri Turun Langsung ke NTT
Pemerintah pusat telah mengerahkan sejumlah pejabat untuk memantau langsung penanganan gempa NTT. Mereka ditugaskan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani dan koordinasi antarlembaga berjalan efektif.
Beberapa pejabat yang berada di NTT antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Prasetyo mengatakan keberadaan para pejabat tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu.
“Sekarang (mereka) sedang berada di Nusa Tenggara Timur dalam rangka memonitor dan memastikan menanggulangi bencana yang kemarin terjadi di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Kehadiran sejumlah pejabat pusat juga bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menko PMK Pratikno, misalnya, mengikuti upacara 17 Agustus langsung dari lokasi terdampak gempa di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.
Prabowo Pastikan Penanganan Darurat Diprioritaskan
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah memastikan pemerintah bergerak untuk memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat NTT yang terdampak gempa.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (16/8), Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat mendapatkan penanganan darurat secara cepat dan maksimal.
“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal,” kata Prabowo.
Sebagai langkah awal, pemerintah telah mengirimkan 50.000 paket bantuan sembako ke NTT pada Sabtu (15/8). Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.
Prabowo juga meminta penanganan dilakukan secara lintas sektor. Perum Bulog, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk turut dilibatkan untuk memastikan kebutuhan pangan, energi, listrik, komunikasi, dan layanan dasar masyarakat tetap berjalan.
Bagi pemerintah, keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas dalam kondisi darurat.
“Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini,” ujar Prabowo.
Presiden juga memastikan pemerintah akan terus bekerja untuk memulihkan kondisi masyarakat dan wilayah NTT setelah bencana.
“Pemerintah akan terus berupaya yang terbaik untuk memulihkan keadaan,” katanya.
Dalam pesannya, Prabowo turut menyampaikan simpati kepada masyarakat NTT yang kehilangan keluarga maupun tempat tinggal akibat gempa.
“Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, yang sedang berduka akibat gempa bumi,” ujar Presiden dikutip Antara.
Gempa NTT M 7,7 Guncang Flores
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) dini hari.
Guncangan kuat tersebut berdampak ke sejumlah wilayah di Flores dan sekitarnya. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat kemudian melakukan evakuasi, pencarian dan pertolongan, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat yang mengungsi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi. Peringatan tersebut kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB.
Sejumlah wilayah yang dilaporkan terdampak antara lain Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende.
Dampak gempa cukup besar. Selain korban jiwa, sejumlah rumah, fasilitas kesehatan, sekolah, serta bangunan publik mengalami kerusakan. Kondisi di beberapa lokasi juga diperparah oleh akses jalan yang terganggu dan longsor sehingga menyulitkan proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Korban Meninggal Capai 53 Orang
Data korban terus diperbarui seiring proses pencarian dan pendataan di lapangan.
BNPB dalam pembaruan situasi pada Minggu (16/8) menyebut jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT telah mencapai 53 orang. Sementara itu, lebih dari 5.000 warga dilaporkan mengungsi akibat kerusakan dan kondisi yang belum sepenuhnya aman.
Angka tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan dan penanganan di sejumlah wilayah terdampak terus berlangsung.
Dengan kondisi tersebut, perhatian pemerintah kini tidak hanya tertuju pada evakuasi dan penyelamatan korban, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi serta layanan publik seperti kesehatan, listrik, komunikasi, dan distribusi logistik dapat segera dipulihkan.
Rencana kunjungan Presiden Prabowo ke NTT pun masih menunggu perkembangan situasi. Istana memastikan keputusan akan diambil dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan bencana.
Bagi masyarakat NTT, kehadiran negara dalam situasi darurat bukan sekadar soal kunjungan pejabat. Yang paling dibutuhkan adalah bantuan yang cepat, koordinasi yang kuat, serta proses pemulihan yang benar-benar sampai kepada warga terdampak.