Loading
Kawasan hutan di Taman Nasional Gunung Ciremai Jawa Barat terbakar. (Foto: Dok.
KUNINGAN, ARAHKITA.COM - Kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), terbakar pada Rabu (7/8) sekitar pukul 13.00 WIB. Api belum bisa dipadamkan hingga tengah malam tadı.
"Kepulan asap mulai terlihat pada Rabu (7/8) pukul 13.00 WIB dari wilayah Argalingga Kabupaten Majalengka," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin saat dihubungi, Rabu.
Agus mengatakan sampai saat ini kebakaran masih berlangsung, di mana api masih menyala menyebar ke arah atas dan angin bertiup ke arah selatan.
Kebakaran, lanjut Agus terjadi di Blok Gua Walet Puncak Gunung Ciremai, koordinat 6°54'2.63" S 108°23'42.93" T.
"BPBD Kuningan melakukan koordinasi dengan BTNGC dan BPBD Majalengka serta dilakukan pemantauan di jalur Palutungan," ujarnya.
Baca juga:
Puncak Gunung Ciremai Terbakar LagiAgus menambahkan pada Kamis (8/8) direncanakan penambahan personel pemadaman yang diberangkatkan dari Pos Apuy.
Sementara untuk kerugian dan dampak yang diakibatkan kebakaran kawasan hutan TNGC belum bisa diperkirakan, karena sampai tengah malam ini api masih menyala.
Seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat, untuk sementara ditutup.
"Mulai hari ini seluruh jalur pendakian, baik dari Linggarjati, Palutungan, maupun Majalengka sementara ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kuswandono dalam pesan tertulis yang diterima ANTARA di Cirebon, Rabu.
Menurut dia, tim gabungan dari Balai TNGC, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka, warga, dan Mitra Pendakian Gunung Ciremai (MPGC) Apuy menuju lokasi kebakaran pukul 15.00 WIB untuk mengevakuasi para pendaki dan melakukan pemadaman.
"BTNGC dan petugas MPGC mengevakuasi semua pendaki yang ada di jalur pendakian baik Jalur Apuy, Palutungan, dan Linggarjati," ujarnya.
Menurut data BPBD Kabupaten Kuningan, pendaki yang masih berada di jalur pendakian jumlahnya 61 orang dengan perincian 25 orang di jalur pendakian Apuy, 31 orang di jalur pendakian Palutungan, dan lima orang di jalur pendakian Linggarjati.