Sultan Zainal Abidin Syah Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional


  • Rabu, 28 Agustus 2019 | 19:30
  • | News
 Sultan Zainal Abidin Syah Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional Suasana pertemuan pembahasan pengusulan Sultan Zainal Abidin Syah sebagai Pahlawan Nasional. (Arahkita/Apriyanto Daud)

TIDORE, ARAHKITA.COM - Sultan Zainal Abidin Syah adalah Gubernur Irian Barat (sekarang Papua) pertama yang menjabat pada tahun 1956–1961. Saat panasnya hubungan antara Indonesia dengan Belanda mengenai Irian Barat, ia diangkat menjadi Gubernur Irian Jaya yang berkedudukan di Soasiu,Kota Tidore Kepulauan.

Zainal Abidin Syah juga merupakan Sultan Tidore periode 1947–1967, beliau mempunyai peranan penting di dalam sejarah perebutan kembali Papua Barat. Pada tanggal 17 Agustus 1956 Presiden Soekarno mengumumkan pembentukan Propinsi Perjuangan Irian Barat dengan Ibukota sementara di Soasio Tidore. Keputusan tersebut di ambil oleh Presiden Soekarno dengan alasan Papua serta pulau-pulau sekitarnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Tidore sejak ratusan tahun lalu.

Sultan Zainal Abidin Syah kemudian ditetapkan sebagai Gubernur sementara propinsi perjuangan Irian Barat pada tanggal 23 September 1956 di Soasio Tidore (SK Presiden RI No. 142/ Tahun 1956, Tanggal 23 September 1956). Selanjutnya sesuai SK Presiden RI No. 220/ Tahun 1961, Tanggal 4 Mei 1962, beliau ditetapkan sebagai gubernur tetap Propinsi Irian Barat. Sebagai gubernur Sultan Zainal Abidin Syah diperbantukan pada Operasi Mandala di Makassar (TRIKORA) Perjuangan Pembebasan Irian Barat.

Sultan Zainal Abidin Syah memegang jabatan Gubernur Irian Barat sampai tahun 1961, Selanjutnya beliau menetap di Ambon hingga wafat pada tanggal 4 Juli 1967 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kapahaha Ambon, selanjutnya pada tanggal 11 Maret 1986, pihak keluarga kesultanan Tidore memindahkan kerangka Sultan Zainal Abidin ke Soasio Tidore dan disemayamkan di Sonyine Salaka (Pelataran Emas) Kedaton Kie Soasio Kesultanan Tidore.

Atas jasa-jasanya terhadap bangsa Indonesia, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus melakukan pertemuan membahas tentang pengusulan Sultan Zainal Abidin Syah sebagai Pahlawan Nasional, rapat pembahasan pengusulan tersebut berlangsung di ruang rapat Walikota yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Asrul Sani Soleiman dan hadiri oleh Jojau Kesultanan Tidore, Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, OPD Terkait dan Tim Ahli Sejarahwan Universitas Khairun sekaligus sebagai Yayasan The Tebings.

d9b90110-135f-4dde-ad0b-7cd49a2d658c

Sultan Zainal Abidin Syah. (Foto: Istimewa)

Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Asrul Sani Soleiman mengatahan bahwa Integritas seorang tokoh Tidore Sultan Zainal Abidin Syah ini tidak akan terbentahkan dan sangat luar biasa karena ketika pada saat itu ada tiga (3) opsi yang ditawarkan yakni bergabung dengan Belanda, Bergabung dengan NKRI atau Merdeka akan tetapi Sultan Zainal Abidin Syah dengan lantang mengatakan bahwa akan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi atau bergabung dengan NKRI.

“Pemerintah Tidore akan terus melakukan pertemuan yang akan membahas tentang pengusulan seorang tokoh Tidore sebagai Pahlawan Nasional serta pada waktu dekat ini juga akan dibentuk Tim Pengkaji dan Peneliti Gelar Daerah (TP2GD) Kota Tidore”. kata Asrul Sani.

Sementara Perwakilan Tim Yayasan The Tebings, M Ridha Ajam mengatakan bahwa dilihat dari sisi biografi dan naskah akademik Sultan Abidin Syah memiliki persayaratan tersebut sehingga tokoh ini pantas untuk dijadikan pahlawan Nasional," Perlu penguatan dari Pemerintahan karena ini Pahlawan Nasional sehingga peran Sultan juga harus dikuatkan dari sisi dokumen-dokumen yang harus disiapkan kedepan,"tuturnya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru