Loading
Yayasan Tananua Flores menggandeng TNI Angkatan Laut Pangkalan Maumere menggelar pelatihan keselamatan di laut bagi 25 orang nelayan pencari gurita asal Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ende yang berlangsung selama tiga hari yakni sejak Senin (17/1/2022) hingga Rabu (19/1/2022) di Aula Serbaguna Pangkalan TNI Angkatan Laut Maumere dan praktek lapangan di sekitar perairan dermaga tambat Pangkalan TNI AL Maumere. (Foto-Foto: Arahkita/VJ Chabarezy Jr)
MAUMERE, ARAHKITA.COM - Yayasan Tananua Flores menggandeng TNI Angkatan Laut Pangkalan Maumere menggelar pelatihan keselamatan di laut bagi 25 orang nelayan pencari gurita asal Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ende.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari yakni sejak Senin (17/1/2022) hingga Rabu (19/1/2022) di Aula Serbaguna Pangkalan TNI Angkatan Laut Maumere dan praktek lapangan di sekitar perairan dermaga tambat Pangkalan TNI AL Maumere.
Peserta kegiatan pelatihan ini adalah utusan nelayan dampingan Yayasan Tananua sebayak 25 orang dari kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo Sebanyak 5 orang dan Kabupaten Ende sebanyak 20 orang.
Direktur Yayasan Tananua Flores Bernadus Sambut saat diwawancarai media ini di sela-sela kegiatan di Pangkalan TNI AL Maumere pada Selasa (18/1/2022) mengatakan bahwa Yayasan Tananua Flores hadir di pulau Flores khusunya kabupaten Ende sejak tahun 1989 dengan isu utama program adalah pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat dengan pendekatan program lingkungan lestari masyarakat sejahtera melalui program pertanian berkelanjutan, kesehatan primer, organisasi petani dan ekonomi kerakyatan untuk daerah hulu dan sejak tahun 2019 untuk masyarakat pesisir dengan isu Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dengan pintu masuknya adalah pendampingan terhadap nelayan gurita.
Program Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dengan fokus pendampingan pada 4 site yakni (1) Lingkungan Arubara Kelurahan Tetandara Kecamatan Ende Selatan, (2) Desa Persiapan Maurongga Kecamatan Nangapanda, (3) Ndori untuk desa Maubasa, maubasa Timur, dan Serandori Kecamatan Ndori, di kabupaten Ende dan (4) Nangaroro untuk desa Podenura, Tonggo kecamatan Nangaroro dan Kotodirumali kecamatan Keo Tengah di Kabupaten Nagekeo.
"Kegiatan utama yang dilakukan adalah pendampingan nelayan gurita dan pendataan gurita, feedback data, penutupan sementara area penangkapan gurita sebagai upaya untuk konservasi laut selain itu untuk masyarakat pesisir Tananua Flores juga bekerja di bidang, kesehatan yaitu pendampingan posyandu, pendampingan kelompok ibu", ungkap Nadus pria yang biasa disapa.
Dikatakan Nadus tekanan utama program adalah pemberdayaan masarakat dengan peningkatan sumber daya manusia nelayan. Masalah utama yang dialami oleh masyarakat pesisir dan nelayan umumnya terutama nelayan gurita, ujarnya.
Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan nelayan dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan terutama dalam menjaga kelestarian ekosistem laut serta keselamatan dirinya saat melaut. Yang terpenting bagi nelayan memiliki perlatan tangkap seadanya untuk menangkap ikan maupun gurita sebagai sumber pendapatan.
Untuk bagian menjaga kelestarian ekosistem laut kami telah melakukan beberapa pelatihan dan pendampingan dengan melibatkan mitra, dan mulai muncul kesadaran kritis masyarakat untuk menjaganya. Namun untuk persoalan keselamatan nelayan dilaut dari gelombang atau badai ekstrim, kerusakan perahu ditengah laut, serangan ikan buas dan atau yang lainnya yang berpengaruh atas nyawa mereka, hal ini belum dimiliki masyarakat, nelayan dan menjadi satu kebutuhan penting bagi mereka.
Melihat kebutuhan tersebut Yayasan Tananua dalam program pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan berbasis masyarakat dengan focus pada pemberdayaan masyarakat nelayan untuk mendukung pengetahuan dan ketrampilan nelayan maka salah satu kegiatannya adalah pelatihan keselamatan dilaut bagi nelayan khususnya nelayan pencari gurita berencana untuk melakukan kegiatan pelatihan keselamatan nelayan bekerja sama dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut di Maumere.
Lebih jauh tujuan dari pelatihan keselamatan laut adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan nelayan dalam upaya melakukan keselamatan diri dan sesama nelayan dilaut saat musibah tak terduga datang.
Nelayan memahami proses dan tat cara keselamatan diri apabila menghadapi bahaya dilaut. Nelayan mampu dan trampil melakukan pertolongan bagi nelayan lain apabila melihat nelayan lain dalam bahaya.
Output yang dihasilkan adalah pengetahuan dan ketrampilan nelayan bertamabah dalam upaya keselamatan di laut. Nelayan sebagai peserta latihan mampu membagi informasi kepada masyarakat dan nelayan lain saat pertemuan kelompok nelayan. Nelayan dapat mempraktekkan cara-cara standar keselamatan dilaut.
Sementara itu Danlanal Maumere, Kolonel Laut (P) Dwi Yoga Pariyadi, M.Tr.Hanla,MM,CTMP, kepada media ini beliau mengapresiasi kepada yayasan Tananua Flores yang telah berinisiatif untuk menjalin kerja sama dengan menggandeng lanal Maumere dalam kegiatan pelatihan keselamatan laut bagi para nelayan gurita di wilayah dampingannya.
Tentunya kami akan memberikan pelatihan baik teori maupun praktek sesuai dengan pengetahuan yang kami miliki.
"Materi-materi yang kami berikan berupa teori pembekalan pelatihan keselamatan dilaut, Sea Survival, Rescue, pembentukan tim persiapan praktek. Sedangkan materi prakteknya adalah Sea Survival: renang tanpa alpung, cara buat alpung sendiri, Rescue: naik turun Perahu Karet, cara mendekati korban,cara tolong korban, bela diri di air, P3K, Dayung Pk dump boat, Kajul, FMP (Full Mission Profile), Pembuatan rumah ikan/rumpon", ungkap Dwi Yoga.
Selanjutnya Pius Jodho Koordinator bidang kelautan pada Yayasan Tananua Flores mengucapkan terimakasih kepada Lanal Maumere yang telah memfasilitasi kegiatan pelatihan keselamatan laut bagi para nelayan gurita dibawah dampingan Yayasan Tananua Flores ini.
Pius juga berharap semoga dengan pelatihan ini dapat memberikan ilmu dan pengetahuan baru ketika mereka mengalami bahaya dilaut, mereka dapat melakukan pertolongan pertama dan untuk mengatasi kecelakaan di laut.
Semoga kerja sama ini kata Pius akan terus berlanjut dengan pihak Lanal Maumere dan juga pemerintah dalam hal memberikan edukasi yang baik kepada para nelayan gurita untuk kelangsungan hidup mereka,"ucap dia.