Loading
Lembaga Survey Nasional Etos Indonesia Institute meluncurkan survey soal penilaian masyarakat terhadap kinerja Polisi Republik Indonesia (Polri). (Foto: Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Lembaga Survey Nasional Etos Indonesia Institute meluncurkan survey soal penilaian masyarakat terhadap kinerja Polisi Republik Indonesia (Polri).
Menurut Direktur Eksekutif Etos, Iskandarsyah, survey dilakukan berdasarkan jejak pendapat dari publik terhadap kinerja kepolisian di 5 wilayah kepolisian daerah sejak 1 Desember 2020 hingga 20 Januari 2022.
“Survey Nasional ini kami lakukan berdasarkan jajak pendapat publik terhadap kinerja kepolisian terutama di 5 wilayah kepolisian daerah sejak 1 Desember lalu sampai 20 Januari 2022,” kata Iskandar kepada media terkait rilis survey Etos yang digelar di Jakarta, Jumat (11/2/2022)
Selain itu, survey tersebut dimulai dengan beberapa poin pertanyaan terbuka, baik seberapa kuat harapan dari responden. Termasuk di dalamnya isue yang lagi tren. Pasalnya, berdasarkan tingkat pengetahuan, yang merespon kinerja kepolisian di daerah masing-masing berkisar 87%.
“Tingginya tingkat pengetahuan responden terhadap kinerja kepolisian di daerah masing-masing yang berada diangka 87% menunjukkan tingkat keterbutuhan informasi kepada institusi kepolisian cukup tinggi,” tuturnya.
Tonton juga di Youtube: Hasil Survey Etos Institute, Polda Sumut Duduki Rangking Atas
Lebih lanjut, dilihat berdasarkan media sosial berkisar 42% dan media cetak elektronik berkisar 31% menduduki dua media informasi teratas bagi keterbutuhan publik terhadap informasi kinerja kepolisian di daerah masing-masing. Kepolisian Daerah Sumatera Utara memiliki rating tertinggi hampir di seluruh aspek kinerja, disusul secara bergantian oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Kepolisian Daerah Jawa Timur.
Menurut Iskandarsyah, harapan publik kepada pimpinan Kepolisian Daerah pada umumnya masih bersifat normatif dan masih merupakan harapan lama.
“Ini ada catatan, bagi kepala Kepolisian di daerah agar tidak dengan peristiwa politik. Peran mereka terhadap masyarakat, perbuatan bawahan yang nyeleneh,” paparnya.
Harapan tertinggi publik adalah kepada punishment terhadap aparatur kepolisian yang melakukan kesalahan (19%), meningkatkan pelayanan publik (18%), menampilkan wajah kepolisian yang lebih ramah (16%), menghilangkan tindak malpraktik dalam penanganan kasus (16%), berani mempertanggungjawabkan kesalahan bawahan (15%), memastikan terjaminnya keamanan dan ketertiban wilayah (14%) dan lain lain
Pemimpin yang Dicari
“Cukup apreasiasi pada Kapolda Sumut, nampak inilah pimpinan yang kita cari. Dari Jatim, Jateng, dan Jabar punya harapan memiliki Kapolda seperti beliau,” ujar Iskandarsyah menutup keterangannya.
Sementara, Irwan S.H salah seorang narasumber yang turut hadir memberikan komentar atas hasil riset survey ETOS menilai Bahwa setelah terpilihnya Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, telah ada Reward dan Punishment yang diberikan sudah cukup jelas.
Soal keinginan masyarakat terhadap 'mal praktik', sementara di Polda Metro Jaya (PMJ), sempat viral ada oknum polisi di Pulgadung lakukan 'mal praktik' terhadap pelapor (korban perampokan), atas dasar peristiwa peristiwa seperti itu, maka Punishment akan betul betul dijalankan.
"Awalnya institusi Kepolisian, lalu Kejaksaan dan Pengadilan. Harus rasional, dimana tingkat ekspetasi begitu tinggi berbanding lurus dengan kondisi yang ada. Baik di tingkat pusat dan di tingkat kabupaten/kota," papar Irwan
Ditanya wartawan apakah hasil survey dilakukan saat kasus Wadas, Iskandarsyah menjelaskan apabila memang ditelisik terkait kasus Wadas di Jateng, survey ini dilakukan sebelum survei tersebut
"Jawa Tengah, selama ini masih dalam kondisi kondusif. Yang menjadi atensi, dalam survei ini adalah Polda Jawa Barat," papar Iskandar,
"Ini ada catatan, bagi kepala Kepolisian di daerah, agar tidak dengan peristiwa peristiwa politik. Peran mereka terhadap masyarakat, perbuatan bawahan yang nyeleneh. Publik , dari responden Jawa barat, Jawa timur. Cukup apreasiasi pada Kapolda Sumut, nampak inilah pimpinan yang kita cari. Dari Jatim, Jateng, dan Jabar. Punya harapan, memiliki Kapolda seperti beliau," pungkas Iskandar.