Jumat, 30 Januari 2026

Mataram Gelap Gulita saat Gempa 7 SR, Tidak Berpotensi Tsunami


  • Minggu, 19 Agustus 2018 | 23:00
  • | News
 Mataram Gelap Gulita saat Gempa 7 SR, Tidak Berpotensi Tsunami Ilustrasi Gempa (Lensa Remaja)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Suasana Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pascagempa tektonik susulan dengan kekuatan 7 Skala Richter (SR), Minggu (19/8/2018) malam, dalam keadaan gelap gulita.

Wartawan Antara Mataram, melaporkan suasana gelap gulita terjadi di Kota Mataram sebelum terjadi gempa kekuatan 7 SR pada pukul 21.56 WIB.

Saat terjadi guncangan, warga pun berhamburan ke luar dan anak-anak menangis ketakutan.

Khususnya warga yang tinggal di Jalan KH Mas Mansyur sampai sekarang belum berani kembali ke rumah mereka bertahan di luar rumah karena khawatir bangunan yang ditinggalinya ambruk.

Kekuatan gempa yang terjadi kali ini sama dengan gempa pada 5 Agustus 2018 dengan kekuatan yang sama 7 SR. Sekarang warga masih bertahan di luar rumah," katanya.

Diperkirakan, padamnya lampu itu terjadi di seluruh Pulau Lombok. Suasana mencekam terasa sekali, dan anak-anak pada menangis ketakutan,"katanya.

Gempa Bumi dengan kekuatan 7 Skala Ricther (SR) mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu malam pukul 21.56 WIB.

Sebelumnya, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali diguncang gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter, Minggu (5/8/2018) pukul 12.10 WITA, yang mengakibatkan warga Kota Mataram panik dan berhamburan keluar rumah.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada pada 8.24 lintang selatan, 166.66 bujur timur, atau 32 kilometer timur laut Kabupaten Lombok Timur, dengan kedalaman 10 km.

Gempa berkekuatan 6,5 SR tersebut terjadi empat menit setelah gempa berkekuatan 5,4 SR pukul 12.06 Wita yang berlokasi di 8.29 lintang selatan, 116.62 bujur timur atau 25 km arah timur laut Kabupaten Lombok Timur dengan kedalaman 10 km.

Gempa Bumi berkekuatan 7 Skala Richter itu tidak berpotensi tsunami. Gempa bumi itu juga dirasakan di Jawa Timur dan Bali.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru