Loading
Abu vulkanik Gunung Ibu mengendap di perkebunan warga Foto Antaranews
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Tim Ahli dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai melakukan pemetaan jalur bahaya banjir lahar dingin Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Kegiatan tahap pertama ini dilakukan dengan pengambilan visual lapangan menggunakan perangkat pesawat nirawak (drone) berteknologi canggih ke sejumlah aliran sungai yang berhulu dari Gunung Ibu dan pemukiman sekitarnya sejak Selasa kemarin sampai Kamis besok.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa tim gabungan berkonsentrasi pengambilan visual dari udara menyisir aliran sungai wilayah utara-barat laut, dan utara-timur laut Gunung Ibu.
Masing-masing meliputi Desa Duono, Desa Togoreba Sungi, Desa Naga, Desa Tokuoku dan Desa Sangaji Nyeku Tabaru yang masuk wilayah administrasi Kecamatan Ibu Utara dan Tabaru, Halmahera Barat.
Berdasarkan peta Badan Geologi setiap desa tersebut semuanya masuk daerah yang dilintasi sungai Gunung Ibu, sebelum nantinya bermuara ke wilayah pesisir barat.
Bahkan hasil visualisasi sementara diketahui, Desa Tokuoku dan Sangaji Nyeku yang paling berpotensi terancam karena berada dalam radius kurang dari tujuh kilometer dari puncak kawah, dan berhadapan langsung dengan endapan material vulkanik Gunung Ibu.
Material vulkanik berupa abu dan bebatuan yang keluar sejak gunung api erupsi beberapa waktu lalu tersebut menghadap sebagian aliran sungai, hutan dan perkebunan milik penduduk.
"Jadi hasil ini penting untuk menghitung atau memperkirakan risiko dampak bencana dan, juga menentukan arah evakuasi penduduk bila bencana terjadi nantinya," kata dia.
Dalam perencanaannya, BNPB menargetkan hasil visualisasi tersebut dapat segera dimuat dalam sebuah peta jalur bahaya banjir lahar dingin Gunung Ibu yang baku.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan potensi bahaya bencana tersebut terdeteksi berdasarkan hasil analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Geologi Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dilaporkan kepada BNPB.
Dalam laporannya, hasil analisa tim ahli BMKG mendapati adanya fenomena atmosfer berupa aktivitas ekuatorial rossby yang dapat mempengaruhi dalam beberapa hari ke depan wilayah Maluku Utara berpotensi dilanda hujan berintensitas sedang-lebat.
Secara teori guyuran hujan tersebut berpeluang menggugurkan sisa material berupa pasir dan bebatuan dari aktivitas vulkanik yang mengendap di bagian puncak/lereng Gunung Ibu ke wilayah lembahan.
Oleh karena itu, BNPB menilai peta jalur bahaya itu menjadi panduan bagi pemerintah dan warga di Halmahera Barat untuk melakukan tindakan penyelamatan diri sekaligus memperkecil potensi dampak yang ditimbulkan.