Kamis, 22 Januari 2026

Gempa 5,8 Magnitudo Guncang Gunung Kidul Yogyakarta, Terasa hingga Solo dan Sekitarnya


  • Senin, 26 Agustus 2024 | 21:15
  • | News
 Gempa 5,8 Magnitudo Guncang Gunung Kidul Yogyakarta, Terasa hingga Solo dan Sekitarnya BMKG mendeteksi gempa 5,8 magnitudo mengguncang Gunung Kidul, DIY, Senin (26/8) pukul 19.57 WIB. (Tangkapan Layar)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa 5,8 magnitudo mengguncang Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (26/8/2024) pukul 19.57 WIB.

Dalam peringatan dini yang diekspose melalui sistem aplikasi infoBMKG di Jakarta, melaporkan pusat gempa tersebut terletak di laut pada kedalaman 30 kilometer dengan koordinat 8.78 LS,110.27 BT atau berjarak 95 kilometer dari arah barat daya Gunung Kidul.

Selain Gunung Kidul, getaran gempa juga dirasakan di wilayah Karangkates, Nganjuk, Sleman, dan Malang dengan skala II-IV MMI.

Berdasarkan analisa sementara seismologis BMKG gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Namun, masyarakat diimbau waspada seraya tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya sampai hasil analisa peristiwa menyeluruh dilaporkan oleh BMKG.

Hasil analisa tersebut bisa didapatkan masyarakat dengan cara mengakses aplikasi daring infoBMKG, media sosial infoBMKG, atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Terasa hingga di Solo dan Sekitarnya

Gempa yang terjadi di 95 km barat daya Gunungkidul, DIY, dengan kedalaman 30 km, pukul 19.57 WIB, Senin malam, terasa hingga Solo dan beberapa daerah sekitarnya.

Salah satu warga Desi Vitriani di Pojok Mulur, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin, mengatakan sempat merasakan gempa tersebut.

Bahkan, hingga pukul 20.30 WIB dirinya bersama para tetangga masih berada di luar rumah mengantisipasi terjadinya gempa susulan.

"Tadi saya kan baru tiduran, terus tiba-tiba terasa gempa. Lampu di rumah saya goyang cepat sekali," katanya.

Bahkan, para tetangga kampungnya sampai membunyikan kentongan tanda bahaya.

"Saya merasakan tadi sekitar 10 detik. Tadi kami langsung keluar rumah karena kentongan sampai dibunyikan," katanya.

Warga Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten Larasati juga merasakan hal yang sama. Ia bersama suami dan anaknya langsung berlari keluar rumah saat merasakan gempa tersebut.

"Tadi gempanya nggak langsung kencang, pelan dulu baru kemudian kencang banget. Kami langsung lari keluar," katanya dikutip Antara.

Sementara itu, pada keterangan yang dikeluarkan  oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dengan kekuatan magnitudo 5.8 tersebut tidak berpotensi tsunami.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru