Loading
Kardinal Ignatius Suharyo Dikabarkan Masuk Bursa Calon Paus
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kardinal Ignatius Suharyo dikabarkan masuk dalam bursa calon Paus, pemimpin Tahta Suci Vatikan dalam konklaf yang saat ini masih berlangsung.
Nama Ignatius Suharyo muncul di tengah spekulasi masuknya sejumlah calon dari Asia. Jika terpilih menjadi Paus, maka Ignatius Suharyo akan menjadi Paus dari Asia yang pertama. Jika tidak, maka akan menjadi kardinal utama penasihat Paus, yang tentunya akan meningkatkan hubungan baik Indonesia-Vatikan.
Namun menurut Duta Besar Indonesia untuk Vatikan Trias Kuncahyono seperti dilansir Kompas, Kardinal Suharyo tidak menganggap peluangnya besar untuk menjadi Paus.
Baca juga:
PBNU dan Keuskupan Agung Jakarta Bersatu Bangun Gerakan Ketahanan Sosial untuk MasyarakatSuharyo disebut menanggapi pertanyaan soal kemungkinan itu dengan senyuman dan candaan ringan.
Ignatius Suharyo diangkat sebagai kardinal oleh Paus Fransiskus pada 2019. Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan dekat dengan umat.
Pengamat Vatikan dari Italia, Marco Politi, dilansir dalam sebuah wawancara dengan media Katolik internasional, menyebut bahwa Asia memiliki peluang besar dalam konklaf mendatang.
"Kardinal Suharyo adalah representasi Gereja Katolik yang berkembang pesat di Asia Tenggara," katanya seperti dikutip Suara Merdeka.
"Kepemimpinannya di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, menunjukkan kematangan dialog lintas agama yang sangat dihargai Vatikan," kata Politi.
Selain itu, latar belakangnya sebagai mantan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) memperkuat posisinya dalam jajaran kardinal senior Asia.