Loading
Ben Shelton Juara ATP Masters 1000 Toronto, Naik ke Peringkat Enam Dunia. (Tennis.com)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ben Shelton mencetak sejarah sebagai petenis Amerika termuda dalam dua dekade terakhir yang menjuarai turnamen ATP Masters 1000, usai mengalahkan Karen Khachanov dalam final dramatis di Toronto, Jumat (8/8) waktu setempat.
Kemenangan dengan skor 6-7(5), 6-4, 7-6(3) itu sekaligus mengantarkan Shelton ke peringkat enam dunia, peringkat tertinggi sepanjang kariernya hingga saat ini.
"Rasanya seperti mimpi," kata Shelton seusai laga, dikutip dari laman resmi ATP.
"Pekan ini panjang, bukan jalan yang mudah menuju final. Tenis terbaik saya muncul di saat yang paling krusial. Saya sangat tangguh, saya gigih, saya ulet. Semua kualitas yang saya ingin lihat dalam diri saya."
Shelton mengalahkan petenis peringkat delapan dunia Alex de Minaur dan petenis peringkat empat dunia Taylor Fritz untuk melaju ke final ATP Masters 1000 pertamanya setelah berhasil melewati tie-break set ketiga atas Brandon Nakashima dan Flavio Cobolli.
Ia meraih gelar ketiganya, setelah meraih kemenangan di Tokyo pada 2023 dan Houston pada 2024.
Pertandingan tersebut berlangsung menegangkan. Kedua pemain meraih 49 poin di set pertama, 29 poin di set kedua, sebelum Shelton meraih 36 poin di set ketiga, sementara Khachanov meraih 31 poin.
Khachanov melepaskan 10 pukulan forehand yang menghasilkan poin di set pembuka, dan pukulan-pukulan kerasnya berhasil mengunci Shelton. Namun, atas saran pelatih sekaligus ayahnya, Bryan, Shelton berusaha keras di set kedua dan ketiga untuk mengambil posisi yang lebih agresif.
"Dia benar," kata Shelton menanggapi nasihat ayahnya.
"Karen terus-menerus mengganggu saya di lapangan. Cara dia memukul forehand malam ini, cara dia memotong lapangan, cara dia melakukan servis, rasanya seperti ada kereta barang yang datang menghampiri saya."
"Jadi, rasanya tidak nyaman untuk bergerak maju. Bola datang menghampiri saya dengan lebih cepat. Tetapi saya mulai bisa mengarahkan bola, melepaskan beberapa pukulan kuat, dan membalikkan momentum pertandingan. Itu sangat berarti bagi saya," ujar petenis berusia 22 tahun itu, dilansir Antara.
"Saya suka cara dia melatih saya. Dia biasanya menyerahkan semuanya kepada saya. Dia memberi saya banyak saran. Dia mengenal saya lebih baik daripada siapa pun di dunia, jadi dia sangat memenuhi syarat untuk memberi saya saran-saran itu.”
Shelton kini unggul atas Khachanov 2-0 dalam head to head mereka, setelah juga mengalahkan petenis berusia 29 tahun itu di Indian Wells awal tahun ini. Kedua petenis diunggulkan untuk bertemu di perempat final Cincinnati Open.
Shelton memiliki catatan menang/kalah 32-16 tahun ini. Khachanov yang menyelamatkan match point melawan Alexander Zverev di semifinal, kini memiliki catatan 27-17. Namun, ia naik empat peringkat ke posisi ke-12 dalam ATP Live Rankings.