Casey Stoner: Marc Marquez Jadi Masalah Besar di MotoGP 2025


 Casey Stoner: Marc Marquez Jadi Masalah Besar di MotoGP 2025 Casey Stoner: Marc Marquez Jadi Masalah Besar di MotoGP 2025. (BBC)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Legenda MotoGP Casey Stoner menyebut Marc Marquez sebagai ancaman serius bagi semua pembalap musim ini, termasuk juara bertahan Francesco Bagnaia yang kesulitan tampil konsisten bersama Ducati.

Dalam wawancara bersama Sky Italia, Senin, Stoner menilai performa Marquez sepanjang musim 2025 telah mencapai level yang belum bisa ditandingi oleh pembalap lain, bahkan oleh rekan setimnya sendiri.

Stoner menyatakan Marquez telah menemukan performa optimal pada motor Ducati, yang tidak bisa dicapai oleh pembalap lain saat ini.

“Saya pikir saat ini Marc menciptakan masalah yang sama bagi semua orang di paddock. Bukan hanya untuk Pecco,” ujar Stoner, merujuk pada julukan Bagnaia.

Marquez kini mendominasi klasemen pembalap MotoGP 2025 dengan keunggulan 142 poin. Ia telah memenangi 9 dari 13 balapan utama musim ini, dan memenangkan 12 balapan terakhir secara beruntun, termasuk Sprint Race.

Stoner, yang juga pernah menjuarai dunia bersama Ducati pada 2007, melihat dominasi Marquez bukan hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang bagi Bagnaia untuk berkembang. Menurutnya, berbagi garasi dengan pembalap sekelas Marquez seharusnya menjadi pengalaman yang membangun.

“Saya pikir ini juga bisa menjadi keuntungan bagi Pecco. Anda selalu belajar di saat-saat terburuk Anda. Jika dia bisa menyerap sebanyak mungkin informasi tahun ini, itu bisa berguna untuk musim depan,” jelas Stoner.

Namun hingga saat ini, Bagnaia hanya sekali meraih kemenangan, yakni di Circuit of the Americas (COTA), ketika Marquez mengalami kecelakaan saat memimpin balapan. Sementara itu, rival terdekat Marquez justru adalah adiknya, Alex Marquez, yang memperkuat Gresini Racing dengan motor Ducati GP24 dan kini menempati posisi kedua klasemen.

Bagnaia yang menjuarai MotoGP pada 2023 dan 2024, memulai musim dengan ekspektasi tinggi. Namun performanya mulai menurun sejak pertengahan musim. Di Red Bull Ring, Austria, sirkuit yang sebelumnya tiga kali dimenanginya secara beruntun, ia hanya finis di posisi kedelapan meski sempat berada di posisi dua.

Stoner menilai tekanan besar akibat kehadiran Marquez dalam tim membuat situasi semakin menantang bagi Bagnaia. Meski demikian, ia tetap optimistis sang juara bertahan masih punya peluang untuk bangkit di sisa musim.

“Selama Anda terus mencoba dan berusaha, Anda bisa mendapatkan sesuatu,” tutup Stoner dilansir Antara.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru