Nyaris Juara, Bagnaia Disalip Jorge Martin di Tikungan Krusial COTA


 Nyaris Juara, Bagnaia Disalip Jorge Martin di Tikungan Krusial COTA Pembalap Lenovo Ducati Francesco "Pecco" Bagnaia melaju di lintasan sirkuit Portimao Portugal. ANTARA/X/PeccoBagnaia

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pembalap Ducati, Francesco “Pecco” Bagnaia, harus menelan kekecewaan setelah gagal meraih kemenangan pada balapan Sprint MotoGP Amerika Serikat 2026 di Circuit of the Americas (COTA), Minggu (30/3/2026) dini hari WIB.

Meski sempat memimpin hampir sepanjang balapan, Bagnaia akhirnya harus puas finis di posisi kedua setelah disalip secara dramatis oleh Jorge Martin di lap terakhir.

Balapan Sprint yang berlangsung 10 lap ini sebenarnya dimulai dengan sangat menjanjikan bagi Bagnaia. Start dari posisi keempat, ia langsung melesat ke depan dan mengambil alih pimpinan sejak tikungan pertama.

Sejak saat itu, Pecco tampak mengontrol jalannya balapan dengan cukup nyaman. Namun, situasi berubah drastis di lap terakhir.

Martin datang dengan kecepatan tinggi dan berhasil menyalip Bagnaia di tikungan 12—salah satu titik krusial di COTA. Pecco tak mampu membalas, dan akhirnya finis di posisi kedua dengan selisih 0,755 detik.

“Saya senang bisa naik podium, tapi tetap terasa menyakitkan karena kehilangan kemenangan,” ujar Bagnaia, dikutip dari Ducati.

Ia mengakui telah memberikan segalanya sejak awal balapan, bahkan mungkin terlalu memaksakan diri di lap-lap awal.

Menurutnya, masalah utama muncul di akhir balapan, ketika grip motor mulai menurun.

“Saya sudah mencoba mempertahankan posisi di lap terakhir, tapi tidak menyangka akan disalip di tikungan 12,” tambahnya.

Nasib Berbeda Marc Marquez

Sementara itu, hasil kurang baik justru dialami rekan setim Bagnaia, Marc Marquez. Juara bertahan MotoGP tersebut harus finis di posisi ke-17 setelah mengalami kecelakaan di lap pertama.

Insiden itu bermula dari kesalahan perhitungan saat pengereman, yang membuat Marquez kehilangan kendali dan terjatuh.

Naasnya, insiden tersebut juga menyeret Fabio Di Giannantonio, yang tidak bersalah dalam kejadian tersebut.

“Itu kesalahan fatal, apalagi melibatkan Diggia. Saya sangat menyesal,” kata Marquez dikutip Antara.

Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak memperhitungkan efek slipstream dari tiga motor di depannya, sehingga gagal mengontrol motor saat memasuki tikungan.

Klasemen Memanas, Martin di Puncak

Kemenangan di Sprint ini membawa Jorge Martin ke puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 57 poin. Ia unggul tipis, hanya satu poin dari Marco Bezzecchi di posisi kedua.

Menariknya, ini menjadi pertama kalinya Martin memimpin klasemen sejak dirinya menjadi juara dunia pada 2024.Persaingan dipastikan semakin sengit, mengingat balapan utama MotoGP Amerika Serikat akan digelar pada Senin (30/3) pukul 03.00 WIB dengan total 19 lap.

Apakah Bagnaia bisa membalas kekalahan dramatis ini di race utama? Atau justru Martin kembali menunjukkan dominasinya?Kita tunggu jawabannya di lintasan COTA.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru