Loading
Elina Svitolina mengalahkan Coco Gauff untuk melaju ke semifinal Australian Open. (X/AustralianOpen)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Penampilan impresif ditunjukkan Elina Svitolina di perempat final Australian Open 2026. Unggulan ke-12 itu hanya membutuhkan waktu 59 menit untuk menyingkirkan unggulan ketiga Coco Gauff dengan skor telak 6-1, 6-2, Selasa (27/1/2026).
Kemenangan cepat tersebut sekaligus memperpanjang laju kemenangan Svitolina menjadi 10 pertandingan beruntun. Lebih dari itu, hasil ini memastikan langkahnya ke semifinal Grand Slam keempat sepanjang karier—dan yang pertama di Melbourne Park.
Bagi Svitolina, kemenangan ini punya makna personal. Hasil di Australian Open membuatnya dipastikan kembali menembus Top 10 peringkat WTA, untuk pertama kalinya sejak Oktober 2021, tepatnya setelah ia sempat menjalani cuti melahirkan.
“Tidak buruk, sama sekali tidak buruk. Kembali ke Top 10 setelah cuti melahirkan selalu menjadi mimpi dan target saya,” ujar Svitolina usai laga, dikutip dari WTA.
Setelah mengakhiri musim 2025 lebih awal demi pemulihan fisik dan mental, petenis berusia 31 tahun itu langsung tancap gas di awal 2026. Ia mengawali musim dengan menjuarai turnamen Auckland, sekaligus mengoleksi gelar ke-19 sepanjang karier profesionalnya.
Sejauh ini, Svitolina hanya kehilangan satu set sepanjang musim 2026. Satu-satunya momen itu terjadi saat menghadapi Sonay Kartal di perempat final Auckland, sebelum akhirnya bangkit dan menang lewat laga tiga set yang ketat.
Kemenangan atas Gauff juga menambah catatan manis Svitolina saat menghadapi pemain elite. Ini menjadi kemenangan ke-24-nya atas petenis Top 5 dunia, dengan empat di antaranya diraih di ajang Grand Slam—seluruhnya terjadi sejak ia kembali ke lapangan pasca cuti melahirkan.
Head to head Svitolina dan Gauff kini kembali imbang 2-2. Menariknya, dua kemenangan Svitolina atas petenis Amerika Serikat itu sama-sama terjadi di Australian Open, termasuk pertemuan mereka pada 2021.
Di semifinal, tantangan jauh lebih besar sudah menanti. Svitolina akan berhadapan dengan unggulan nomor satu dunia Aryna Sabalenka, yang juga sedang berada dalam performa puncak dengan rentetan 10 kemenangan beruntun dikutip Antara.
Secara rekor pertemuan, Sabalenka masih unggul jauh dengan skor 5-1. Satu-satunya kemenangan Svitolina atas Sabalenka terjadi di semifinal Strasbourg 2020. Sejak saat itu, ia bahkan hanya mampu mencuri satu set dari empat pertemuan terakhir.
Jika mampu melewati rintangan ini, Svitolina berpeluang mencatat sejarah pribadi dengan tampil di final Grand Slam pertamanya—sebuah pencapaian besar dalam babak baru kariernya.