Kamis, 05 Februari 2026

Laga Empat Jam Lebih: Djokovic Hentikan Dominasi Sinner dan Melaju ke Final


 Laga Empat Jam Lebih: Djokovic Hentikan Dominasi Sinner dan Melaju ke Final Petenis Serbia Djokovic bereaksi usai memenangi pertandingan semifinal Australian Open melawan petenis Italia Jannik Sinner di Rod Laver Arena, Melbourne, Jumat (30/1/2026). (ATP)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Novak Djokovic kembali menegaskan statusnya sebagai raja laga besar. Dalam duel semifinal Australian Open yang berlangsung hingga dini hari Jumat (30/1/2026), petenis Serbia itu menaklukkan Jannik Sinner lewat pertarungan lima set yang menguras fisik dan emosi.

Sempat tertinggal dua kali dan kehilangan set pembuka, Djokovic menolak menyerah. Ia membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4 setelah bertarung selama empat jam sembilan menit. Kemenangan ini mengantarkannya kembali ke final Australian Open sekaligus membuka peluang meraih gelar Grand Slam ke-25 dalam kariernya.

Usai pertandingan, Djokovic mengaku nyaris tak bisa berkata-kata. Bermain hingga hampir pukul dua pagi membuatnya teringat pada final epik Australian Open 2012 yang juga berlangsung hampir enam jam. Menurutnya, intensitas dan kualitas pertandingan melawan Sinner berada di level tertinggi.

Statistik menunjukkan betapa kerasnya laga tersebut. Djokovic berhasil menyelamatkan 16 dari 18 break point yang dihadapinya, sebuah bukti ketahanan mental petenis berusia 38 tahun itu di momen krusial. Ia juga mengakhiri rentetan lima kekalahan beruntun dari Sinner, yang dalam dua tahun terakhir kerap menjadi batu sandungan.

Dengan nada bercanda, Djokovic mengakui dominasi lawannya belakangan ini, namun tetap memberi respek penuh. Ia menyebut Sinner sebagai pemain luar biasa yang memaksanya tampil di batas kemampuan maksimal.

Kemenangan ini juga menjadi laga lima set pertama Djokovic sejak Roland Garros 2024. Lebih dari itu, hasil ini menandai kembalinya ia ke final Grand Slam untuk pertama kalinya sejak Wimbledon 2024.

Di partai puncak yang digelar Minggu (1/2/2026), Djokovic akan berhadapan dengan Carlos Alcaraz. Petenis muda Spanyol itu melaju ke final setelah menuntaskan semifinal terpanjang dalam sejarah Australian Open selama lima jam 27 menit. Djokovic mengaku sempat menyaksikan laga tersebut dan menyebutnya sebagai pertandingan luar biasa dengan kualitas dan intensitas tinggi dikutip Antara.

Menjelang final, Djokovic juga membawa catatan sejarah. Ia menjadi petenis putra tertua di era tenis modern yang mampu menembus final Australian Open, sekaligus melangkah ke final Grand Slam ke-38 sepanjang kariernya.

Dalam beberapa tahun terakhir, dominasi turnamen major memang didominasi generasi baru. Djokovic bahkan belum mengangkat trofi Grand Slam sejak US Open 2023. Namun kemenangan atas Sinner seolah menjadi sinyal bahwa sang legenda belum habis.

Dengan pengalaman, ketenangan, dan mental baja yang kembali terlihat di Melbourne, Djokovic kini tinggal selangkah lagi menambah satu bab besar dalam sejarah tenis dunia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru