Konflik Timur Tengah Memanas, Piala Dunia 2026 Tetap Jalan


 Konflik Timur Tengah Memanas, Piala Dunia 2026 Tetap Jalan Trofi Piala Dunia 2026 diperlihatkan kepada media saat Trophy Tour di Jakarta. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Di tengah situasi geopolitik global yang memanas akibat konflik di Timur Tengah, penyelenggara memastikan Piala Dunia 2026 tetap berjalan sesuai jadwal. Isu penundaan mencuat seiring ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Chief Operating Officer (COO) Piala Dunia 2026, Heimo Schirgi, menegaskan hingga saat ini belum ada alasan kuat untuk menunda turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

“Pada dasarnya kami menanganinya hari demi hari dan pada waktunya kami akan memiliki resolusi. Dan, Piala Dunia akan tetap berlangsung, bukan? Piala Dunia terlalu besar dan kami berharap semua orang yang sudah lolos kualifikasi dapat berpartisipasi,” ujar Schirgi, dikutip dari AP News, Selasa (10/3/2026).

FIFA Pantau Situasi Global

Schirgi menjelaskan, penyelenggara terus memantau perkembangan situasi internasional dengan berkoordinasi bersama mitra federal dan lembaga terkait. Evaluasi dilakukan secara berkala guna memastikan keamanan dan kelancaran turnamen.

Selain itu, FIFA juga menjalin komunikasi dengan Federasi Sepak Bola Iran untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi di negara tersebut.

“Bila saya memiliki bola kristal, saya bisa memberi tahu Anda sekarang apa yang akan terjadi, tetapi jelas situasinya sekarang terus berkembang,” katanya.

Meski tidak membeberkan detail hasil komunikasi tersebut, Schirgi berharap seluruh negara yang telah memastikan tiket ke putaran final, termasuk Iran, dapat tampil tanpa hambatan.

Momentum Pemersatu Dunia

Di tengah ketegangan global, Schirgi justru melihat Piala Dunia sebagai peluang besar untuk menyatukan berbagai bangsa.

“Mengingat keadaan dunia terkini, turnamen ini menjadi kesempatan besar untuk menyatukan semua orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejarah membuktikan Piala Dunia selalu menjadi ajang yang melampaui batas negara dan budaya. Hal itu terlihat pada penyelenggaraan sebelumnya di Qatar dan Rusia, di mana atmosfer global terasa sangat kuat.

Format Baru, Tiga Negara Tuan Rumah

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Turnamen ini akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara dari enam konfederasi.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ajang ini digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Format baru ini diprediksi akan mencetak rekor jumlah penonton dan partisipasi global.

Dengan skala yang semakin besar, Piala Dunia 2026 dipandang bukan sekadar turnamen olahraga, melainkan simbol persatuan dunia di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru