Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (6/7/2026). ANTARA/M Fikri Setiawan
BOGOR, ARAHKITA.COMHarapan menghadirkan transportasi modern di kawasan wisata Puncak mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Bogor tengah menyiapkan proyek kereta gantung yang akan menghubungkan kawasan Summarecon di Sukaraja dengan Rest Area Gunung Mas. Jika terealisasi, moda transportasi ini diharapkan menjadi solusi baru untuk mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di Jalur Puncak.
Menariknya, proyek tersebut dirancang tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh pembiayaan ditargetkan berasal dari investasi swasta karena nilai proyek diperkirakan mencapai triliunan rupiah.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, saat ini pemerintah daerah masih melakukan studi kelayakan (feasibility study) sekaligus menjalin komunikasi dengan sejumlah calon investor yang berpotensi terlibat dalam pembangunan.
"Ada konsep kereta gantung, lalu ada konsep KRL, dan lain sebagainya. Tetapi kita harus bicara objektif bahwa itu butuh pembiayaan yang cukup besar," ujar Rudy di Cibinong, Senin (6/7/2026).
Mengandalkan Investasi Swasta
Menurut Rudy, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak akan membebankan pembangunan proyek tersebut kepada APBD.
"Kami tidak akan membebankan biaya pembangunan itu kepada APBD. Karena kalau dengan APBD, biayanya butuh triliunan rupiah. Kami ingin swasta," tegasnya.
Skema investasi swasta dinilai menjadi pilihan paling realistis agar pembangunan transportasi modern di kawasan wisata Puncak dapat berjalan tanpa mengganggu anggaran pembangunan daerah.
Dari Summarecon Menuju Gunung Mas
Rencana yang disiapkan pemerintah dimulai dengan pembangunan shelter bawah di kawasan Summarecon, Kecamatan Sukaraja. Lokasi ini akan difungsikansebagai kawasan park and ride, sehingga wisatawan dapat memarkir kendaraannya sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kereta gantung.
Dari titik tersebut, penumpang akan langsung menuju shelter atas yang berada di Rest Area Gunung Mas, salah satu kawasan strategis di Jalur Wisata Puncak.
"Konsep sebenarnya sudah ada. Shelter bawahnya dari mulai sebelum Gadog, yaitu Summarecon. Summarecon kita punya lahan di situ untuk park and ride-nya, lalu titik akhirnya rest area," jelas Rudy dikutip Antara.
Alternatif Mengatasi Kemacetan Puncak
Selama bertahuntahun, kemacetan di Jalur Puncak menjadi tantangan utama, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Kehadiran kereta gantung diharapkan dapat mengurangi ketergantungan wisatawan terhadap kendaraan pribadi.
Selain menjadi solusi transportasi, proyek ini juga diharapkan mampu mengintegrasikan sistem perjalanan menuju kawasan wisata Puncak sehingga mobilits wisatawan menjadi lebih nyaman, cepat, dan ramah lingkungan.
Meski demikian, realisasi proyek masih menunggu hasil studi kelayakan serta kepastian investasi dari pihak swasta sebelum memasuki tahap pembangunan.