Loading
Menko PM Muhaimin Iskandar mendukung SOIna dalam membina atlet disabilitas intelektual Indonesia. SOIna juga menyiapkan atlet menuju ajang dunia Special Olympics 2027 di Chile. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan dukungannya terhadap perjuangan Special Olympics Indonesia (SOIna) dalam membina atlet penyandang disabilitas intelektual agar mampu berprestasi hingga tingkat internasional.
Dukungan tersebut disampaikan Muhaimin saat menerima audiensi jajaran SOIna di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Menurut Muhaimin, gerakan yang dilakukan SOIna tidak sekadar membangun prestasi olahraga, tetapi juga menghadirkan ruang pemberdayaan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas intelektual di Indonesia. Ia menilai pendekatan berbasis kesukarelawanan dan inklusivitas menjadi kekuatan penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan terbuka bagi semua kalangan.
“Kegiatan ini luar biasa. Kesukarelawanan menjadi kekuatan penting, dan kami dari kementerian siap memberikan dukungan kepada saudara-saudara semua,” ujar Muhaimin.
Selain olahraga, SOIna juga aktif menjalankan berbagai program pembinaan di bidang kesehatan, sosial, hingga kebudayaan untuk membantu penyandang disabilitas intelektual berkembang secara menyeluruh.
Ketua Umum SOIna, Warsito Ellwein, mengatakan jumlah penyandang disabilitas intelektual di Indonesia diperkirakan mencapai 5,4 juta jiwa atau sekitar 2,3 persen populasi berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, hingga kini mereka masih menghadapi stigma sosial dan kurang mendapatkan perhatian.
Menurutnya, penyandang disabilitas intelektual seharusnya diberi ruang untuk berkembang karena memiliki kemampuan dan talenta yang tidak kalah dari masyarakat pada umumnya.
“Masih banyak stigma negatif di masyarakat. Padahal mereka memiliki potensi luar biasa yang perlu difasilitasi, bukan dikasihani,” kata Warsito.
Selama ini, SOIna rutin menggelar program pembinaan dan kompetisi olahraga mulai dari tingkat klub, kabupaten dan kota, provinsi, nasional, hingga internasional. Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi atlet bertalenta khusus untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri.
Pada Oktober 2026 mendatang, SOIna akan menggelar Pekan Olahraga Nasional Special Olympics (Pesonas) di Kupang. Ajang tersebut akan menjadi tahap seleksi atlet menuju Special Olympics World Summer Games 2027 di Santiago.
Salah satu atlet SOIna cabang dance sport, Anastasia Aresyenan Bwariat, turut membagikan pengalamannya saat mewakili Indonesia dalam Special Olympics World Winter Games 2025 di Turin. Dalam ajang tersebut, Anastasia berhasil meraih medali perunggu di cabang sport dance.
Ia mengaku bangga bisa membawa nama Indonesia di panggung internasional dan berharap mendapat dukungan untuk kembali berprestasi pada Pesonas Kupang mendatang.
“Saya bangga bisa membanggakan Indonesia. Saya berharap bisa kembali berprestasi dan meraih medali emas di Pesonas Kupang,” ujarnya.