Loading
Mobil Chery Tiggo 8. (Chery)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Produsen otomotif asal China, Chery, mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap 5.556 unit SUV Tiggo 8 Pro Max di Australia. Langkah ini dilakukan setelah ditemukan potensi cacat produksi yang dapat memengaruhi kinerja sistem pengereman kendaraan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam dokumen penarikan yang diajukan kepada Departemen Infrastruktur Australia, masalah tersebut ditemukan pada model Chery Tiggo 8 Pro Max tahun produksi 2023 hingga 2026.
Cacat yang dimaksud berkaitan dengan posisi pipa rem yang berpotensi bergesekan dengan bagian mesin. Jika kondisi ini terjadi dalam jangka waktu tertentu, pipa rem dapat mengalami kerusakan yang kemudian memicu kebocoran cairan rem.
Kebocoran cairan rem menjadi perhatian serius karena dapat mengurangi kemampuan pengereman kendaraan. Akibatnya, pengemudi berisiko kehilangan performa pengereman yang optimal saat berkendara.
Pihak berwenang Australia menilai kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Selain berpotensi membahayakan pengemudi dan penumpang, masalah ini juga dapat menimbulkan risiko bagi pengguna jalan lainnya.
Pemberitahuan recall yang diterbitkan pada 23 Juni 2026 mencakup seluruh Chery Tiggo 8 Pro Max model tahun 2023 hingga 2026 yang masuk dalam daftar kendaraan terdampak.
Sebagai tindak lanjut, Chery Motors Australia Pty Ltd akan menghubungi para pemilik kendaraan melalui pemberitahuan tertulis. Pemilik yang terdampak akan diminta untuk menjadwalkan pemeriksaan di dealer resmi terdekat.
Dealer nantinya akan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kendaraan dan menjalankan perbaikan yang diperlukan tanpa memungut biaya apa pun dari konsumen. Program ini dilakukan untuk memastikan kendaraan kembali memenuhi standar keselamatan dan dapat digunakan dengan aman.
Langkah recall seperti ini merupakan prosedur yang umum dilakukan industri otomotif ketika ditemukan potensi masalah yang dapat memengaruhi keselamatan pengguna. Dengan melakukan pemeriksaan dan perbaikan lebih awal, risiko kerusakan yang lebih serius maupun kecelakaan di jalan raya dapat diminimalkan.