Senin, 17 Agustus 2026

Julen Lopetegui Bangga Qatar Ukir Sejarah Usai Tahan Imbang Swiss di Piala Dunia 2026


 Julen Lopetegui Bangga Qatar Ukir Sejarah Usai Tahan Imbang Swiss di Piala Dunia 2026 ilustrasi - Bola dan trofi Piala Dunia FIFA di sebuah stadion. Piala Dunia FIFA akan diselenggarakan bersama oleh tiga negara—AS, Kanada, dan Meksiko—di wilayah geografis yang luas untuk pertama kalinya dalam sejarah. (Anadolu Agency/pri.)
 JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pelatih Timnas Qatar, Julen Lopetegui, mengungkapkan rasa bangganya setelah tim asuhannya berhasil menahan imbang Swiss dengan skor 1-1 pada laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026. Hasil tersebut menjadi catatan bersejarah karena untuk pertama kalinya Qatar berhasil meraih poin di putaran final Piala Dunia.

Qatar memastikan satu poin berharga berkat gol Boualem Khoukhi pada masa injury time babak kedua dalam pertandingan yang berlangsung di Levi's Stadium, Amerika Serikat, Minggu (14/6/2026). Gol tersebut menggagalkan kemenangan Swiss yang sebelumnya sudah berada di depan mata.

Tim berjuluk Al Annabi sempat tertinggal lebih dahulu setelah Breel Embolo mencetak gol melalui titik penalti pada babak pertama. Meski berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan, Qatar mampu menunjukkan daya juang tinggi hingga peluit akhir berbunyi.

"Saya sangat bangga dengan tim ini. Saya mengatakan kepada mereka bahwa meski kami tidak mencetak gol dan tidak bermain imbang, saya tetap bangga dengan mentalitas serta disiplin yang mereka tunjukkan hari ini. Namun, beruntung kami mencetak gol dan itu menjadi sebuah sejarah," ujar Lopetegui.

Secara statistik, Swiss tampil lebih dominan sepanjang pertandingan. Tim Eropa tersebut melepaskan 26 tembakan dan lebih banyak menguasai jalannya laga. Namun, sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol tambahan.

Sebaliknya, Qatar bermain lebih sabar dan disiplin dalam bertahan. Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Boualem Khoukhi berhasil memanfaatkan peluang pada menit-menit akhir untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Hasil imbang tersebut membuat persaingan di Grup B semakin terbuka. Qatar, Swiss, Kanada, dan Bosnia-Herzegovina sama-sama mengoleksi satu poin setelah seluruh pertandingan pembuka grup berakhir tanpa pemenang.

Piala Dunia 2026 menjadi penampilan kedua Qatar di putaran final setelah sebelumnya tampil sebagai tuan rumah pada edisi 2022. Jika pada turnamen sebelumnya mereka gagal meraih poin, kali ini Qatar sukses menorehkan sejarah baru dengan mengamankan hasil positif di laga pembuka.

Capaian tersebut dinilai menjadi bukti perkembangan sepak bola Qatar yang dalam beberapa tahun terakhir terus berinvestasi dalam pembinaan pemain dan peningkatan kualitas tim nasional.

Laga melawan Swiss juga memiliki makna khusus bagi Julen Lopetegui. Meski sudah lama dikenal sebagai pelatih berpengalaman di level internasional, pertandingan tersebut menjadi debutnya sebagai pelatih kepala di ajang Piala Dunia.

Momen itu datang delapan tahun lebih lambat dari yang seharusnya. Lopetegui sebelumnya dijadwalkan memimpin Timnas Spanyol pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Namun, hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai, ia diberhentikan oleh Federasi Sepak Bola Spanyol setelah mengumumkan kesepakatan untuk melatih Real Madrid usai Piala Dunia.

Kini, melalui Qatar, pelatih berusia 59 tahun itu akhirnya merasakan atmosfer kompetisi sepak bola terbesar di dunia sekaligus mencatat awal yang berkesan dengan raihan poin bersejarah bagi negaranya.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru